Sabtu, 22 Maret 2014

Tidak = LDKS



Cerita saat Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) belumlah usai. Tidak seperti ceritaku bersama Lidia. *baca gadis pembawa tornado*. Yang tadinya aku pikir bakal membosankan tapi ternyata sangat menyenangkan. Diawali dengan awal keberangkatan menuju tempat LDKS.

Setelah ribut menentukan tempat duduk didalam bis, kami akhirnya bisa duduk tenang meski harus menikmati udara panas layaknya digurun sahara. Bisnya sudah tak layak pakai, harusnya ini bis dimusiumkan aja sebelum menimbulkan korban jiwa.

Saat perjalanan ada salah satu dari kami yang muntah. Parahnya lagi gak ada yang nyediain dia plastik untuk menampung muntahnya itu. Jadi dia muntah lewat jendela. Yang parahnya lagi, itu muntah kena pengendara motor. Bisa dibayangkan giman arasanya tuh pengendara motor dapat rejeki yang tak terduga seperti itu. Dia gak bakal bilang “terima kasih tuhan” yang ada dia malah bilang “Oi laknat. An*ing. J*ancok”. Apa aku bilang, menimbulkan korban jiwa kan? Harusnya itu bis dimusiumkan aja dari pada menimbulkan lagi korban kecipratan muntah.

Setelah 2 jam lamanya kami berada didalam bis roksokan itu, akhirnya kami sampai di tempat LDKS dengan diiringi guyuran hujan dan suara petir yang menggelegar. *huiiih*. Aku kira ketika hujan gini bakal jadi keringanan. Keringanan untuk sampai kepenginapan dengan tetap kering. Tapi ternyata tidak. Turun dari bis kita langsung dibariskan layaknya para militer yang akan mengikuti apel. Lalu trainernya teriak “ayo ikuti saya”.

Kita masuk kehutan yang uda becek gak ada ojek lagi. Banyak korban berjatuhan. Satu persatu perserta mulai jatuh terpleset karena licinnya medan yang kami harus tempuh. Ditengah perjalanan seorang trainer berteriak “kalian jangan banyak bicara, lihat kanan kiri kalian itu kuburan”.

Emangnya kalau itu kuburan aku harus bilang wow gitu?. Lagian mana ada serem-seremnya liat kuburan di siang bolong. Dasar bodoh tuh trainer. yang parahnya lagi temanku farid, yang badannya kayak hulk tinggi dan gede takut pas liat kuburan. Ya elah ini anak badan doang yang gede, sama kuburan yang gak ngejar aja takut. Cemen. Aku yang badannya lebih kecil dari dia aja pas liat kuburan hanya berdoa dan berkata “oh itu kuburan toh”.

Setelah setengah jam kami berjalan akhirnya smapi juga dipenginapan. Kita saat itu merasa dikerjain, kenapa tidak? Ternyata penginapan dari tempat kita baris diawl perjalanan tadi Cuma butuh lima menit doang. Tapi ini gara-gara lewat hutan, jadi sampai 30 menit. Baru aja datang udah kayak gini. Makannya aku males ikut acara kayak gini kalo gak gara-gara si lidia.

Sampai dipenginapan kita disuruh baris lagi untuk menentukan kelompok. Dibawah guyuran hujan petir kami harus berteriak “1 2 3 4 5 6”. Mana dingin lagi. Jujur aja aku orang bandung yang gak tahan cuaca dingin. Bayangkan saat itu dinginnya seperti apa. Seperti hatiku yang kekurangan cinta. *ahaii*. Pembagian kelompok usai. Aku satu kelompok dengan farid beserta beberapa adek kelas. Aku rasa kelompokku ini bakal asik karena apa? Ada 2 cewek cakepnya hohoho.

Berdiri ditengah guyuran hujan telah selesai. Kami pun dipersilahkan untuk mandi. Kamar mandinya jadul banget. Gak ada lampu, trus bak mandinya nyambung antara kamar mandi satu dengan kamar mandi lain mana banyak kataknya lagi. Karena jumlah kamar mandi terbatas, kami para laki-laki mandinya harus berbarengan. Jadi satu kamar mandi bisa berisi 3-4 orang. Kayak maho aja mandi bareng ya. Untung saat mandi bareng kami tidak memikirakan hal-hal yang aneh. Tidak memikirkan perang pedang dengan pedang yang tidak akan ada usainya.

Mandi selesai saatnya istirahat makan. Hujan plus dingin itu enaknya makan bakso. Setuju???. Kebetulan waktu itu ada tukang bakso di depan penginapan kita. Kita saling berebut untuk mendapatkan bakso layaknya orang lagi pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT). Untung aja pas berebut bakso kita gak saling pukul-pukulan. Masa demi semangkok bakso kita harus anarki. Gak boleh dong.

Anarki tidak tapi magic iya. Kenapa kok magic? Soalnya waktu itu ada adek kelas bernama aji. Gendut, bulet, item dan mata merah menyala. Dia beli bakso banyak banget. Mungkin dia kelaparan karena belum makan 1 abad. Saking serakahnya saat mangkok bakso udah ditangan dia berlari untuk cari tempat makan yang enak. Tapi sayang dia terpeleset. Dia jatuh tapi baksonya selamat. Iya baksonya utuh. Tidak jatuh sama sekali. Jadi ceritanya itu mangkok udah melayang di udara waktu dia jatuh. Nah pas dia jatuh itu kebtulan juga tangannya terbuka kayak mau menerima sumbangan. Sumbangan baksolah yang sampai ditangannya. Bakso yang melayang-layang di udara tadi tepat mendarat di tangannya dengan indah. Its magic.

Saat LDKS ini omongan kita benar-benar dijaga. Sedikit ngomong kasar dapet hukuman. Setiap salah perbuatan dapat hukuman. Pokokmya hukuman, hukuman dan hukuman jika kita salah. Waktu itu ada 3 anak laki-laki yang berbicara kotor. Mereka dihukum berorkestra bicara kotor dengan lantang. Anak 1 berkata “janc*k” *bahasa kotor orang jawa*, anak 2 “gat*li” dan anak 3 “A*u*. Mereka saling saut bersautan berorkestra kata kotor. “janc*k, gat*li, a*u” mereke mengucapkannya sampai 100x dan tetemani guyuran hujan. Mereka dihukum, siswa yang lain menyimak sambil terharu dengan kemerduan suara orkestra mereka. Hahaha

Waktu tidur juga tak luput dari hukuman para pembina. Apalagi ulahnya sekarang? Tetap orkestra saut menyaut tapi kata yang diucapkan bukan kata jorok melainkan suara-suara hewan. 1 kamar laki-laki berisi 20-30 anak. Dan kita tidur layaknya ikan pindang, berjejer. Entah apa bagaimana awalnya, tapi tiba-tiba terdengar bunyi katak, anjing, kucing, jangkrik, sapi, kambing dll. Setelah mereka bersautan menirukan suara tersebut sampi kita tertawa satu sama lain dengan lantangnya, tiba-tiba para pembina datang untuk mengakhiri konser orkestra kami.

“hayo siap tadi yang niru suara binatang”

Kami semua pura-pura tidur. Tidak menghiraukan teriakan itu pembina. Tapi dasar pembinanya aja yang haus menghukum para siswa, dia memilih acak salah satu anak untuk mengaku dan dia dibawa keluar kamar dan berpush-up ria. Kasian tuh anak. Untung bukan aku haha. Tidak berhenti sampai disitu saja, gara orkestra kami sekarang diadakan penggeledahan. Katanya sih penggeledahan rokok dan minum keras. Aku kira kamarku bakal bebas dari benda haram tersebut *huuuih* tapi ternyata tidak. Ada saja anak yang membawa itu benda haram. Mereka disuruh keluar kamar dan tidur dibawah langit dengan menikmati langit malam yang indah disertai bintang-bintang bersinar terang. Parahnya lagi tidak hanya disuruh tidur diluar kamar, tapi yang bawa rokok disuruh makan rokok tersebut. Mereka harus mengunyahnya sampai habis. Kasian puk-puk.

Hari telah berganti, sekarang matahari sudah menampakkan sinarnya. Dan kegiatan kita saat itu adalah senam pagi. Asik juga senam pagi menyehatkan apalagi udaranya segar tapi bagiku lebih asik karena biasa melihat lidia senam didepanku. Hahaha. Setelah senam pagi kami harus pergi kegunung. Katanya sih kita bakal kepuncak gunung dan akan berdoa disana. Emang apa faedahnya berdoa diatas gunung coba? Lebbih dekat sama tuhan? Kagak kan? Berdoa bisa dimana saja asalkan niatnya tulus. Ini sih acara penyiksaat yang lain bagi kami.

Awalnya tak terjadi apa-apa. Kita berjalan dengan santainya. Tiba-tiba ditengah perjalanan ketika medan perjalanannya becek penuh dengan lumpur, kita disuruh merangkak layaknya para tentara yang berperang. Yang paling gak enak saat itu adalah terciumnya aroma tidak menyedapkan didepanku. Aroma kentut. Kentutunya si jisunk. Kebutulan dia merangkak didepanku. Setiap dia menggoyangkan badan sebelah kirinya, bunyi kentut terdengar dan aromanya tak kalah sedap. Bisa membunuh nyamuk layaknya obat pembunuh serangga. Dia tidak merasa berdosa ketika kentut. Dia tidak memikirkan orang dibelakangnya akan mati atau tidak terkena aroma kentutnya dia. dia tetap enjoy merangkak dengan mengeluarkan kentut. Aku yang dibelakangnya serasa ingin mati. Kayaknya lebih baik minum baygon dari pada mencium aromanya kentutnya jisunk. Lebih berbahaya daya bunuhnya.

Akhirnya kami sampai di puncak gunung setelah melewati medan lumpur dan kentutnya jisunk yang biadab aromanya. Setiba diatas, aku tak melihat jisunk. Tiba seorang kakak kelas dan berkata dengan lantang “siapa disini yang kenal sama indra bayu”. Aku dan farid mengangkat tangan dan maju mendekat pada kakak kelas itu. Didalam pikiranku terfikir tentang hilangnya jisunk “Apakah dia diculik genderwo karena kentutnya dikira menyan?” ternyata bukan. Apakah genderwo mengantarkan dia karena tertarik dengan bau kentutnya yang kayak menyan sehingga membawa dia kembali kepenginapan untuk menghirup aroma kentutnya secara privat? Ternyata bukan juga. Yang sebenarnya terjadi adalah

“ada apa kak dengan indra bayu” tanyaku dan farid

“ssttttt jangan kencang-kencang ngomongnya”

“loh kenapa?”

“stttt ini rahasia, kalian tau gak yang mana tasnya indra bayu”

“tau kak”

“kalau gitu nanti tolong ambilkan celana dalamnya ya”

“hah? Celana dalam” kami berdua bengong kayak orang goblok

“buat apa kak”

“dia buang air besar dicelana”
Aku dan farid tertawa dengan kencangnya. Bagaimana tidak, gak nyangka aja ternyata itu anak badan gede bisa buang air celana juga kayak anak balita. Memalukan. Suara tertawa kami sampai terdengar oleh siswa lain dan mereka menjadi memperhatikan kami. Kami tetap tertawa dengan kencangnya. Aku rasa dia kualat karena telah meracuni banyak orang ketika merangkak sehingga itu kotoran keluar dicelananya. Azab si tukang kentut sembarangan.

Setelah semua kegiatan di puncak gunung selesai. Kami akhirnya turun gunung untuk beristirahat dan makan. Desas desus yang terdengar, acara selanjutnya adalah acara jerit malam. Acara yang biasanya dilakukan malam hari trus kita dilepas sendiri dihutan yang gelam dan akan digodain sama hantu-hantu yang bergentayangan. *Ciee digodain hantu*. Tapi sebelumnya bakal ada acara ESQ *aku lupa kepanjangannya*. Kalau gak salah ini acara pertobatan deh dimana kita akan dibukakan pemikiran kita terhadap apa yang selama ini kita perbuat. Yang tadinya salah menjadi benar. Ya ya ya ya.
Setelah makan, mandi, istirahat, kita pun bersiap untuk melihat acara ESQ. Didalam satu aula, kita dibariskan rapih agar tidak rusah menontonnya. Panitianya takut kalau barisan tidak rapih, bisa-bisa kita tawuran untuk mendapatkan spot yang bagus untuk menonton. Nah maka dari itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kita dibariskan dengan rapih.

Acara pun dimulai dengan penandaan lampu yang dimatikan. Kita menonton dengan cara yang bisa merusak mata. kenapa lampu dimatikan? Agar lebih dramatis katanya. Tadi diawal aku bilang bahwa acara ini berfungsi untuk menggugah kita untuk tobat. Tapi kayaknya gak mempan deh. Semua siswa yang nonton malah pada tidur. Mengambil kesempatan dalam kesimpitan. Lampu dimatikan memang cocok untuk tidur.
Aku masih ingat, ada video dimana para peneliti rusia meneliti siksa kubur. Jadi mayat dikuburkan dengan kamrea infrared. Dimana akan terlihat kegiatan apa yan terjadi ketika itu mayat berada diliang lahat. Dan kegiatannya adalah penyiksaan. Entah dari mana datangnya dan bagaimana caranya tapi mayat itu sedikit demi sedikit kehilangan anggota tubuhnya. Mungkin dosanya terlalu besar ketika berada didunia ini.

Ketika video itu diputar, anak-anak yang tadinya tidur malah menjerit histeris ketakutan. Mereka bukan takut mengalami hal yang sama dengan mayat yang ada di video tapi mereka takut kalau itu mayat datang kemimpinya mereka. Dasar anak-anak tak takut dosa. Pertengahan pemutaran video, tiba-tiba terdengar suara yang mengerikan. Aku kira suara kuntilanak menangis karena ikutan liat itu video. Tapi ternyata bukan, itu adalah suara tangisan seorang farid. Gak  nyangka aja tuh anak bandel bisa nangis juga. Benar-benar hati hello kitty.

Dia beteriak “ibu-ibu maafkan aku. Aku tidak akan nakal lagi” sambil berguling-guling menangis. Dalam hati aku berkata “alhamdulilah temanku tobat juga”. Tangisannya membuat semua orang tertawa bukan malam simpati. Bagaimana tidak, badan sebesar dia menangis sambil gulung-gulung dilantai dan suara tangisannya keras pula. Mungkin semua yang tadinya pengen nangis malah tertawa dan berkata “lihat-lihat ada  gajah afrika nangis sambil gulung-gulung”. Dasar farid, tangisannya udah menggugah hati tapi gulung-gulungnya itu terlalu banget. Kayak sinetron.

Aku yang asik menertawakan farid menangis tiba-tiba dibuat shock jantung. Aku merasa bahwa kalau aku punya jantung lemah mungkin udah mati ditempat. Bagaimana tidak, tiba-tiba anak didepanku tergeletak tak berdaya. Pertamanya aku kira dia mengantuk dan tidak tahan ngantuk sambil duduk makannya dia jatuh. Tapi setelah aku amati dan coba bangunkan, kok gak bangun-bangun. Dan aku berspekulasi bahwa dia mati. Astaga. Parah.

Aku berteriak pada seorang panitia “kak ini ada orang mati” sialnya kakak itu sok cool. Dia tidak buru-buru menolong malah pergi memanggil temannya untuk mengangkat ini anak. Gila lepas tanggung jawab. Tapi ternyata dia tidak mati. Dia hanya pingsan. Katanya sih dia ingat adeknya yang sudah meninggal ketika melihat video mayat dikuburin sehingga mentalnya jadi lemah dan akhirnya pingsan. Tapi pingsannya benar-benar menakutkan. Kayak orang mati.

ESQ pun selesai dengan tawa, tangis dan rasa kantuk. Setelah dua jam duduk tak bergerak dan bokong rasanya keram, akhirnya kami diperbolehkan tidur. Lalu bagaimana acara jerit malamnya? Tidak jadi. Karena hujan. Anak lain pada senang tapi aku kecewa. Padahal aku pengen merasakan keteganggan jerit malam *padahal dirinya sendir takut hantu. Sok-sokan*. Malam ini tidur kami nyenyak karena tidak ada acara orkestra suara-suara hewan lagi. didalam tidurku aku bermimpi dan menikahi Melody JKJ48. Oh indahnya. *penulis sarap, terobsesi sama Melody JKT48*.

Akhirnya hari terakhir LDKS pun datang. Artinya ini hari untuk pulang. Setelah melewati hukuman demi hukuman, akhirnya kami pulang juga kerumah masing-masing sambil berkata “good bye LDKS yang menyiksa”. Hal pertama yang aku lakukan setiba dirumah adalah buang air besar. Aku sudah menahan BAB selama 3 hari 2 malam. Kenapa aku gak bab disana? Ya kalian tau sendirilah kalau kamar mandi diperdesaan pasti kumuh dan membuat mood kita BAB menghilang. Yang tadinya uda mau keluar malah masuk lagi. benar apa pepatah “tiak ada Wc senyaman WC dirumah sendiri” :D.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar