Minggu, 30 Maret 2014

Alay Teriak Alay



Ditinggal orang yang disayang itu emang berat. setelah berusaha bunuh diri dengan cara minum obat serangga dan ketika dibawa kedokter Cuma dikira masuk angin, akhirnya aku bisa berdiri tegak menghadapi masa depanku yang masih panjang. *cieeee*. Dengan bantuan teman-teman dan sahabat-sahabat tercinta, aku melupakan memori tentangnya dengan memori yang baru.

Temen-temanku yang sadar kalau aku galau, lemah, dan rapuh selalu menghiburku. Mengajakku ketempat-tempat yang bisa melupakanku terhadap dia. yang tadinya murung ngurung diri dirumah, sekarang aku berani keluar rumah dan mencari pengalaman baru. Ya meski kadang masih sakit hati juga sih punya mantan yang satu sekolahan. Apalagi pacar barunya juga satu sekolahan, makin nyesek men. Melihat orang yang kita sayang dengan orang lain apalagi dia mutusin kita dengan alasan “gak mau pacaran dulu” tapi buktinya apa? 

Baru putus 1 hari uda dapet pacar baru. Yayaya wanita memang susah dimengerti.
Emang sih gak semua wanita kayak gitu, tapi alasan kayak gitu udah klasik banget. Kalo emang gak sayang yawda terus terang aja. dari pada harus membohongi sampai akhir. Ya emang sih kejujuran susah diterima tapi kejujuran itu membuat kita menghargai dan memaafkan meski itu susah. Lagian sepintar-pintarnya kita berbohong pasti ketahuan juga kayak petak umpet. Layaknya sebuah pepatah “sepandai-pandainya tupai melompat pasti terpleset juga” *bener gak sih?*

Biasanya tiap hari aku habiskan bersamanya tapi sekarang aku menghabiskan waktu bersama mereka yang peduli padaku. Waktu itu ketika pulang sekolah, aku bersama mereka berkumpul didepan sekolah. Ceritanya sih mau main ke rumah temen yang jauh disana. Gak jauh gimana, rumahnya dipojok surabaya. Tapi gak masalah demi menghilangkan rasa galau apapun kita lakukan. Tancap gas pol sob. Ketika kami menunggu satu sama lain didepan sekolah tiba-tiba lidia lewat didepan kami. Aku yang mulai tidak peduli terhadapnya berpura-pura acuh dan tidak memperhatikan. Apalagi kita aku tau dia dijemput oleh pacar barunya dihadapanku. Oh sakit men waktu itu. Jadi ini lah yang dimaksud tidak ingin pacaran dulu. Mungkin tidak ingin pacaran dulu sama aku yang kurang sempurna dan mencari yang lebih sempurna. Nyesek.

Teman-temanku yang mengetahui hal itu langsung memberikan canda tawanya, berharap aku tidak melihat apa yang barusan terjadi. Farid dan jisunk joget asereje pake baju ketat demi menghiburku, dan teman-teman yang lain menggiringi dengan musik akapela. *absurd* Inilah persahabatan, ketika salah seorang teman sedih maka yang lain harus mempermalukan diri untuk membuat tawa teman yang bersedih kembali lagi. oh indahnya.

Setelah semua anggota berkumpul, kami pun pergi keujung surabaya untuk bermain ke rumah teman. Perjalanan melewati truk-truk yang besar layaknya robot-robot dalam film transformer, merasakan panas seperti digunung sahara dan menikmati jauhnya perjalanan seperti mencari pesawat adam air yang sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya kami pun sampai dengan selamat ditujuan. Disana kami hanya berbicang-bincang sebentar. Kampret dasar, jauh-jauh Cuma buat gosip trus pulang lagi. tapi sebelum pulang kita merencanakan bahwa pada malam harinya, kami akan pergi kesebuah mall dan ngopi di cafe. Untuk anak SMA kayak kami dulu, ke mall trus nongkrong di cafe itu uda keren banget. Like a boss. Rencana sudah disusun, kami pun pulang kerumah masing-masing untuk mempersiapkan diri berdandan setampan dan secantik mungkin. Ya sapa tau nemu gebetan nanti sana. *sapa tau*.

Aku tak pintar berdandan seperti teman-temanku, mereka rapih memakai kemeja, celana jeans dan sepatu keren sedangkan aku ala kadarnya yang penting pakai baju. Aku inget ketika itu jaman laptop belum sebooming sekarang, masih jarang orang yang punya laptop. Kebetulan aku sudah punya. Jadi aku bawa itu laptop sebagai teman nongkrong bersama yang lainnya. Ya sapa tau ada fungsinya, contohnya laptop berfungsi ajang pamer. Kan masih jarang yang punya laptop. *dasar somplak sombong amet*.

Pertama kali yang dilakukan dicafe adalah duduk. *ya iyalah*. Saat itu kami beranggotakan sekitar 12 orang. *ya kurang lebih segitulah*. Kami duduk dan pelayan pun datang menghampiri kami dengan membawakan menu makanan dan minuman. Kalian taukan, jika menu-menu di cafe itu namanya pasti aneh-aneh. Ya inilah strategi pemasaran biar kita tertarik dan membelinya. Tapi kadang nama dan apa yang kita bayangkan itu tidak sesuai. Contohnya es tissue yang ternyata es kopyor. Ya seperti itulah.

Apa sih yang dilakukan anak muda pas dicafe? Jawabannya adalah bergosip dan foto-foto. Seperti apa yang kami lakukan saat itu. Foto gaya alay. Gak nyangka juga sih kalau dulu aku ini alay. Taukan foto-foto anak alay seperti apa? Bayangkan sendiri aja ya. Tapi emang alay itu adalah proses menuju kedewasaan. Setuju? Inilah salah satu cara meghilangkan kegalauan. Menjadi alay. Dimana-mana foto, tiap detik foto, ada temen lagi pose jelek difoto, pokoknya serba foto. Trus gosip. Mayoritas kita cowok tapi kalau sudah ngumpul pasti ada aja gosip yang dibahas. Contohnya cewek cakep disekolah yang ternyata cowok, kepala sekolah yang tadinya jantan ternyata lekong tulang lunak dan lain sebagainya. Pokoknya apapun yang bisa dijadikan gosip, kita bahas semua ketika ngumpul sampai menciptakan hal-hal absurd. Absurd itu kejeniusan yang tidak tertandingi luh bukan kebodohan yang tidak ada akhirnya. Tau absurd kan? Kalo gak tau coba cari di google haduh.

Acara dicafe pun selesai, dan kami merencanakan acara selanjutnya untuk hari esok yaitu makan diwarung guru kami dan nongkrong di Taman Apsari (TA). *salah satu taman yang selalu ramai oleh anak muda alay seperti kami*. Aku mulai merasa nyaman dengan keadaanku sekarang. Galau yang tadi menyelimuti kehidupanku perlahan mulai hilang dengan cara pergi dengan teman-temanku yang lebih memberikan tawa bahagia kepadaku *i love u you guys*. Bagaimana tidak, setiap kali aku didekat mereka ada aja kejadian konyol yang bisa kami tertawakan. Misalnya pertengkaran karena saling mengejek mantan, terus kalau makan gak mau ikut bayar *istilahnya gandol*, terus apalagi ya? Saking banyaknya jadi lupa untuk disebutkan. Hahaha. But so far so fun berkumpul dengan mereka.

Sebelum ke TA, kami pergi makan di warung tempe penyet milik salah satu guru di SMA. Nama warungnya penyetan pak minto. Makananya enak dan yang paling penting MURAH. Buat kami saat itu kuantitas mengalahkah kualitas. Faktor membeli makanan nomer satu adalah murah, nomer dua banyak dan yang terakhir enak. Terlintas dipikiran kami saat itu untuk makan tidak bayar. Bukan kabur, tapi berakting tidak membawa uang. Tapi setelah dipikir matang-matang, kami urungkan niat itu karena takut jadi headline news di sekolah esok paginya. Setiap pagi tradisi disekolah kami adalah berdoa bersama dan berdoanya dipimpin melalui speaker keras yang saling terhubung antara kelas satu dengan kelas yang lainnya.

Bayangkan aja jika kami jadi tidak bayar makan, mungkin pagi-pagi sebelum doa pak minto bakal membacakan berita layaknya seorang jerremi tetty. “selamat pagi para siswa. Sebelum memulai berdoa saya akan membacakan berita penting hari ini. Sekelompok siswa/i yang tidak tau malu kemarin kabur dan tidak bayar setelah makan diwarung saya. Mereka berinisial P,J,O,I,F,B,D,&R. Amatilah jika ada disekitar kalian yang mukanya pucat setelah mendengar berita ini maka merekalah pelakunya. Sekian breking news pagi ini”.Apakah gak malu kalau kalian ketauan gak makan dan diumumin seperti itu? Maka dari itulah kami gak jadi tidak bayar. Demi menjaga nama baik kami bersama juga.

Setelah makan barulah kita ke TA. Apa sih yang kita lakukan disana? Foto-foto lagi. ya dasara anak alay. Dikit-dikit foto. Apalagi gayanya sekarang pakai memegang rokok biar keliatan gaul gitu. Kammi foto dipinggir jalan bergantian layaknya seorang foto model. Sebenarnya gak pantes dipanggil foto model, lebih pantesnya dipanggil banci foto.

Ya beginilah pengalaman ketika aku dan teman-temanku masih muda. Berawal dari alay menjadi orang-orang yang lebih dewasa. Setiap melihat anak-anak jaman sekarang yang masih kecil-kecil bau kencur foto-foto trus ngerokok dipinggir jalan gitu, kami pasti ketawa dan meledek mereka. Padahal dulu kami juga pernah kayak gitu. *dasar gak sadar diri*. Jadi ketika kalian nanti melihat ada anak kecil yang seperti itu, jangan menertawakan mereka dan meledeknya. Sadarlah dulu jika kalian juga pasti pernah melakukan hal itu. Ketika kalian bilang “enggak kok, dulu aku gak gitu” maka jangan munafik sob. Hahahaha

Kenanglah masa muda kalian. Sapa tau suatu saat nanti kalian akan berbagi cerita kayak gini sama anak cucu kalian. dan dengan bangga kalian bilang bahwa “dulu papa/mama/kakek/nenek pernah alay”. Mengakulah mengakulah. *ini cerita menghilangkan kegalauanku saat SMA. Ini ceritaku, mana ceritamu*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar