Ditinggal orang
yang disayang itu emang berat. setelah berusaha bunuh diri dengan cara minum
obat serangga dan ketika dibawa kedokter Cuma dikira masuk angin, akhirnya aku
bisa berdiri tegak menghadapi masa depanku yang masih panjang. *cieeee*. Dengan
bantuan teman-teman dan sahabat-sahabat tercinta, aku melupakan memori
tentangnya dengan memori yang baru.
Temen-temanku
yang sadar kalau aku galau, lemah, dan rapuh selalu menghiburku. Mengajakku
ketempat-tempat yang bisa melupakanku terhadap dia. yang tadinya murung ngurung
diri dirumah, sekarang aku berani keluar rumah dan mencari pengalaman baru. Ya
meski kadang masih sakit hati juga sih punya mantan yang satu sekolahan.
Apalagi pacar barunya juga satu sekolahan, makin nyesek men. Melihat orang yang
kita sayang dengan orang lain apalagi dia mutusin kita dengan alasan “gak mau
pacaran dulu” tapi buktinya apa?
Baru putus 1 hari uda dapet pacar baru. Yayaya
wanita memang susah dimengerti.
Emang sih gak
semua wanita kayak gitu, tapi alasan kayak gitu udah klasik banget. Kalo emang
gak sayang yawda terus terang aja. dari pada harus membohongi sampai akhir. Ya
emang sih kejujuran susah diterima tapi kejujuran itu membuat kita menghargai
dan memaafkan meski itu susah. Lagian sepintar-pintarnya kita berbohong pasti
ketahuan juga kayak petak umpet. Layaknya sebuah pepatah “sepandai-pandainya
tupai melompat pasti terpleset juga” *bener gak sih?*
Biasanya tiap hari
aku habiskan bersamanya tapi sekarang aku menghabiskan waktu bersama mereka
yang peduli padaku. Waktu itu ketika pulang sekolah, aku bersama mereka
berkumpul didepan sekolah. Ceritanya sih mau main ke rumah temen yang jauh
disana. Gak jauh gimana, rumahnya dipojok surabaya. Tapi gak masalah demi
menghilangkan rasa galau apapun kita lakukan. Tancap gas pol sob. Ketika kami
menunggu satu sama lain didepan sekolah tiba-tiba lidia lewat didepan kami. Aku
yang mulai tidak peduli terhadapnya berpura-pura acuh dan tidak memperhatikan.
Apalagi kita aku tau dia dijemput oleh pacar barunya dihadapanku. Oh sakit men
waktu itu. Jadi ini lah yang dimaksud tidak ingin pacaran dulu. Mungkin tidak
ingin pacaran dulu sama aku yang kurang sempurna dan mencari yang lebih sempurna.
Nyesek.
Teman-temanku
yang mengetahui hal itu langsung memberikan canda tawanya, berharap aku tidak
melihat apa yang barusan terjadi. Farid dan jisunk joget asereje pake baju
ketat demi menghiburku, dan teman-teman yang lain menggiringi dengan musik
akapela. *absurd* Inilah persahabatan, ketika salah seorang teman sedih maka
yang lain harus mempermalukan diri untuk membuat tawa teman yang bersedih
kembali lagi. oh indahnya.
Setelah semua
anggota berkumpul, kami pun pergi keujung surabaya untuk bermain ke rumah
teman. Perjalanan melewati truk-truk yang besar layaknya robot-robot dalam film
transformer, merasakan panas seperti digunung sahara dan menikmati jauhnya
perjalanan seperti mencari pesawat adam air yang sampai sekarang tidak
diketahui keberadaannya kami pun sampai dengan selamat ditujuan. Disana kami
hanya berbicang-bincang sebentar. Kampret dasar, jauh-jauh Cuma buat gosip trus
pulang lagi. tapi sebelum pulang kita merencanakan bahwa pada malam harinya,
kami akan pergi kesebuah mall dan ngopi di cafe. Untuk anak SMA kayak kami
dulu, ke mall trus nongkrong di cafe itu uda keren banget. Like a boss. Rencana
sudah disusun, kami pun pulang kerumah masing-masing untuk mempersiapkan diri
berdandan setampan dan secantik mungkin. Ya sapa tau nemu gebetan nanti sana. *sapa
tau*.
Aku tak pintar
berdandan seperti teman-temanku, mereka rapih memakai kemeja, celana jeans dan
sepatu keren sedangkan aku ala kadarnya yang penting pakai baju. Aku inget
ketika itu jaman laptop belum sebooming sekarang, masih jarang orang yang punya
laptop. Kebetulan aku sudah punya. Jadi aku bawa itu laptop sebagai teman
nongkrong bersama yang lainnya. Ya sapa tau ada fungsinya, contohnya laptop
berfungsi ajang pamer. Kan masih jarang yang punya laptop. *dasar somplak
sombong amet*.
Pertama kali
yang dilakukan dicafe adalah duduk. *ya iyalah*. Saat itu kami beranggotakan
sekitar 12 orang. *ya kurang lebih segitulah*. Kami duduk dan pelayan pun
datang menghampiri kami dengan membawakan menu makanan dan minuman. Kalian
taukan, jika menu-menu di cafe itu namanya pasti aneh-aneh. Ya inilah strategi
pemasaran biar kita tertarik dan membelinya. Tapi kadang nama dan apa yang kita
bayangkan itu tidak sesuai. Contohnya es tissue yang ternyata es kopyor. Ya
seperti itulah.
Apa sih yang dilakukan
anak muda pas dicafe? Jawabannya adalah bergosip dan foto-foto. Seperti apa
yang kami lakukan saat itu. Foto gaya alay. Gak nyangka juga sih kalau dulu aku
ini alay. Taukan foto-foto anak alay seperti apa? Bayangkan sendiri aja ya.
Tapi emang alay itu adalah proses menuju kedewasaan. Setuju? Inilah salah satu
cara meghilangkan kegalauan. Menjadi alay. Dimana-mana foto, tiap detik foto,
ada temen lagi pose jelek difoto, pokoknya serba foto. Trus gosip. Mayoritas
kita cowok tapi kalau sudah ngumpul pasti ada aja gosip yang dibahas. Contohnya
cewek cakep disekolah yang ternyata cowok, kepala sekolah yang tadinya jantan
ternyata lekong tulang lunak dan lain sebagainya. Pokoknya apapun yang bisa
dijadikan gosip, kita bahas semua ketika ngumpul sampai menciptakan hal-hal
absurd. Absurd itu kejeniusan yang tidak tertandingi luh bukan kebodohan yang
tidak ada akhirnya. Tau absurd kan? Kalo gak tau coba cari di google haduh.
Acara dicafe pun
selesai, dan kami merencanakan acara selanjutnya untuk hari esok yaitu makan
diwarung guru kami dan nongkrong di Taman Apsari (TA). *salah satu taman yang
selalu ramai oleh anak muda alay seperti kami*. Aku mulai merasa nyaman dengan
keadaanku sekarang. Galau yang tadi menyelimuti kehidupanku perlahan mulai
hilang dengan cara pergi dengan teman-temanku yang lebih memberikan tawa
bahagia kepadaku *i love u you guys*. Bagaimana tidak, setiap kali aku didekat
mereka ada aja kejadian konyol yang bisa kami tertawakan. Misalnya pertengkaran
karena saling mengejek mantan, terus kalau makan gak mau ikut bayar *istilahnya
gandol*, terus apalagi ya? Saking banyaknya jadi lupa untuk disebutkan. Hahaha.
But so far so fun berkumpul dengan mereka.
Sebelum ke TA,
kami pergi makan di warung tempe penyet milik salah satu guru di SMA. Nama warungnya
penyetan pak minto. Makananya enak dan yang paling penting MURAH. Buat kami
saat itu kuantitas mengalahkah kualitas. Faktor membeli makanan nomer satu
adalah murah, nomer dua banyak dan yang terakhir enak. Terlintas dipikiran kami
saat itu untuk makan tidak bayar. Bukan kabur, tapi berakting tidak membawa
uang. Tapi setelah dipikir matang-matang, kami urungkan niat itu karena takut
jadi headline news di sekolah esok paginya. Setiap pagi tradisi disekolah kami
adalah berdoa bersama dan berdoanya dipimpin melalui speaker keras yang saling
terhubung antara kelas satu dengan kelas yang lainnya.
Bayangkan aja
jika kami jadi tidak bayar makan, mungkin pagi-pagi sebelum doa pak minto bakal
membacakan berita layaknya seorang jerremi tetty. “selamat pagi para siswa.
Sebelum memulai berdoa saya akan membacakan berita penting hari ini. Sekelompok
siswa/i yang tidak tau malu kemarin kabur dan tidak bayar setelah makan
diwarung saya. Mereka berinisial P,J,O,I,F,B,D,&R. Amatilah jika ada
disekitar kalian yang mukanya pucat setelah mendengar berita ini maka merekalah
pelakunya. Sekian breking news pagi ini”.Apakah gak malu kalau kalian ketauan
gak makan dan diumumin seperti itu? Maka dari itulah kami gak jadi tidak bayar.
Demi menjaga nama baik kami bersama juga.
Setelah makan
barulah kita ke TA. Apa sih yang kita lakukan disana? Foto-foto lagi. ya dasara
anak alay. Dikit-dikit foto. Apalagi gayanya sekarang pakai memegang rokok biar
keliatan gaul gitu. Kammi foto dipinggir jalan bergantian layaknya seorang foto
model. Sebenarnya gak pantes dipanggil foto model, lebih pantesnya dipanggil
banci foto.
Ya beginilah
pengalaman ketika aku dan teman-temanku masih muda. Berawal dari alay menjadi
orang-orang yang lebih dewasa. Setiap melihat anak-anak jaman sekarang yang
masih kecil-kecil bau kencur foto-foto trus ngerokok dipinggir jalan gitu, kami
pasti ketawa dan meledek mereka. Padahal dulu kami juga pernah kayak gitu.
*dasar gak sadar diri*. Jadi ketika kalian nanti melihat ada anak kecil yang
seperti itu, jangan menertawakan mereka dan meledeknya. Sadarlah dulu jika
kalian juga pasti pernah melakukan hal itu. Ketika kalian bilang “enggak kok,
dulu aku gak gitu” maka jangan munafik sob. Hahahaha
Kenanglah masa
muda kalian. Sapa tau suatu saat nanti kalian akan berbagi cerita kayak gini
sama anak cucu kalian. dan dengan bangga kalian bilang bahwa “dulu
papa/mama/kakek/nenek pernah alay”. Mengakulah mengakulah. *ini cerita
menghilangkan kegalauanku saat SMA. Ini ceritaku, mana ceritamu*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar