Susuk. Ya
itulah satu kata yang bisa menggambarkan mulut dari seorang farid. Entah kenapa
dia mudah banget mencari teman tidak seperti aku. Dari kelas X-1 sampai X-3 di
kenal dan hafal semua. Apalagi kalo masalah cewek cakep, dia lebih kenal.
Pinter banget modus tuh anak. Aku pernah minta belajar biar mulutku bisa
seperti kepunyaannya yang ajaib. Tapi dia pelit gak mau berbagi ilmu. Karena
dia bilang "pelit pangkal kaya". Emang pelit pangkal kaya, tapi pelit
juga "pintu untuk menuju neraka jahanam lebih cepat. tanpa antri. Jalur
khusus.
Semakin hari
aku semakin intim dengan dia. Nah lo. Dari dia aku belajar merubah
ketertutupanku menjadi lebih terbuka. Dari dia aku belajar kenakalan sebagai
seorang remaja. Guru dari semua kelaknatan ini anak. Ada keuntungan berguru
sama dia, keuntungannya aku lebih pintar bersosialiasi, pinter mudusin cewek,
tapi aku gak pintar membantah guru seperti dia.
Pernah suatu
hari saat pelajaran matematika. Pelajaran ini sangat dibenci semua anak-anak.
Sudah menyusahkan gurunya killer pula. Dalam benakku Kiamat nih dunia
persekolahan. Namanya pak slam. Nama lengkapnya mr. Slam. Ini salah satu guru
muka hello kitty tapi berhati gozilla. Suaranya kayak mak lampir. Lembut namun
menusuk. Omongannya bagaikan pasir yang masuk kemata. Perih.
Cara
pembelajaran dari guru ini adalah menerangkan, memberi soal kemudian membuat
kami menangis. Gak menangis gimana, semua anak dikelas harus maju kedepan
mengerjakan soal dipapan tulis. Yang bisa mengerjakan tenang dunia alherat. kalo
yang gak bisa habis sudah dunia dia. Aku gak paham apa yang ada didalam pikiran guru ini,
mungkin dia serasa menjadi juri ajang pencarian bakat. Ruang kelas serasa
menjadi ruang audisi.
Ayo
selanjutnya novi.
Dengan
langkah penuh keyakinan novi maju kedepan papan tulis, menjawab semua persoalan
dengan akurat seperti on-klinik. Dia selalu sukses melewati kritisi dari mr.
Slam. Wajar dia anak paling pintar dikelas
"Iya
bagus, begitu cara mengerjakannya"
"Terima
kasih pak"
"Pitch
kamu dalam menulis bagus sekali. Jauh lebih baik dari penyanyi aslinya"
lho.
"Ah
bapak bisa aja. Saya jadi malu"
*hening*
Ketika novi
maju kedepan, bagi anak lain ini serasa pergi kepantai ditemani para bidadari
dan bidadara. Surga dunia. Namun ketika novi sudah duduk maka suasana akan
mencekam. Seperti dalam program tv uka-uka. Karena ini tandanya akan ada anak
yang lain maju kedepan menyelesaikan soal selanjutnya. Semua anak merasakan
keringat dingin seperti pup yang ditahan lalu dapat menyebabkan pingsan. Semua
anak tertunduk takut. Bahkan mafia abu-abu pun pada takut.
"Baik
selanjutnya farid" teriak mr. Slam.
Aku tertawa
setiap nama farid dipanggil. Karena menurutku ini adalah hiburan tersendiri
karena aku tau dia tidak bisa dan jika tidak bisa maka dia akan berdiri lama
sampai pelajaran usai. Itu berarti pelajaran matematika hari ini berjudul
"menonton farid berdiri memegang kapur tulis yang menempel papan".
Bagiku kesenangan sendiri, tapi untuk farid ini petaka. Bagaikan dipanggil oleh
malaikat pencabut nyawa.
Heran. Dari
luar tampaknya dia santai. Tapi dari dalam hatinya aku tau kalau dia berteriak
"mamaaaaa, aku ingin pulang". Dia maju menggambil kapur putih,
menempelkannya ke papan tulis kemudian menulis nomer dan selesai. Hanya itu
yang bisa dia kerjakan. Mr.slam menunggu, menunggu dan menunggu jawaban dari
farid. Penantian panjangnya pun tidak terbayarkan. Dia mengamuk menghancur
seisi ruangan dengan teriakannya yang seperti mak lampir. Anak-anak ketakutan,
atap kelas mulai runtuh, semua berlari tanah kosong, kelas kami roboh, sekolah
kami roboh dan puncaknya kami libur selamanya yeeeee #absurd
"Farid,
ayo kerjakan dengan benar" bentaknya.
"Siap
pak" menjawab seperti seorang militer.
"Siap-siap,
sampai kapan papan itu kosong"
"Sampai
saya bisa mengerjakan"
Seisi kelas
tertawa. Mr. Slam semakin menjadi jadi amarahnya.
"Kamu
ini niat sekolah apa enggak, soal gampang kayak gini aja gak bisa" dengan
nada falsetonya yang tinggi mr slam membentak.
"Kalo
saya gak bisa memangnya kenapa?"
"kamu
kok berani sama yang lebih tua?"
"kenapa
harus tidak berani, kita sama-sama manusia yang makan nasi"
Suasana
kelas makin hening. Hening melihat argumen yang seru tapi lebih menjurus
kurang ajar. Tapi ini tontonan seru. Akan lebih seru jika aa tukang popcorn
jualan didalam kelas kemudian kami melihatnya dengan memakai kacamata 3D. jadi
ketika air ludah dari mr.slam atau farid bertebaran dimana-mana, maka kami akan
merasakan cipratannya. asin, asin, asin cocok sebagai teman makan popcorn.
"keluar
kamu dari kelas saya" mr slam semakin menjadi-jadi karena ulah dari farid
"kenapa
saya harus keluar? orang saya sekolah bayar" farid tidak mau kalah
"KELUAAAAAAAARRRRRRR"
sambil menggebrak meja.
Semua anak
dikelas gendang telingganya pecah mendengar lengkingan mr.slam
merdu.....merusak dunia. farid masih termenung didepan kelas dengan muka tidak
terima. kemudian...
"gat*li"
(omongan kasar orang jawa) celetuk farid sambil menunjuk mr.slam dan pergi
keluar. Bukan hanya mr.slam yang heran dengan kelakuan farid tapi kami
juga.
"anak
kurang ajar. yang lain jangan meniru dia" seru mr slam pada seisi
kelas.
*sekali lagi
seisi kelas hening*
Pelajaran
matematika usai, ini saat bahagia yang ditunggu oleh semua anak-anak termasuk
aku. Farid masuk kedalam kelas dengan sorak-sorak dengan gemuruh tepuk tangan
dari para penghuni X-2 "FARID! FARID! FARID! FARID!". Dia masuk kelas
dengan bangganya seperti seorang petinju dunia yang memenangkan kejuaraan. Aku
sebagai sahabatnya, ikut mengelu-elu kan dia bak seorang raja. Antara perasaaan
bangga dan keterpukauan. "guru spiritualku tuh" ucapku dalam hati.
Sayangnya
aku tidak bisa mengikuti jejaknya, melawan seorang guru. Karena aku anak baik
nan rendah hati. cieeee. Kalo aku seperti dia bisa-bisa aku dimarahin mama.
Farid semakin terkenal dikalangan anak X karena kejadian ini. Hikmah dari
kejadian ini untuk aku adalah jangkauan pertemanan. Yang sebelumnya aku hanya
bertemanan dalam lingkungan kelas X-2, sekarang aku lebih banyak teman di kelas
X-1 dan X-3. Terima kasih farid, kamu menyelesaikan masalah dengan
masalah. Seperti slogannya kewirausahaan bergambar timbangan warna hijau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar