Minggu, 02 Maret 2014

Belajar Dari Guru Yang Salah


Susuk. Ya itulah satu kata yang bisa menggambarkan mulut dari seorang farid. Entah kenapa dia mudah banget mencari teman tidak seperti aku. Dari kelas X-1 sampai X-3 di kenal dan hafal semua. Apalagi kalo masalah cewek cakep, dia lebih kenal. Pinter banget modus tuh anak.  Aku pernah minta belajar biar mulutku bisa seperti kepunyaannya yang ajaib. Tapi dia pelit gak mau berbagi ilmu. Karena dia bilang "pelit pangkal kaya". Emang pelit pangkal kaya, tapi pelit juga "pintu untuk menuju neraka jahanam lebih cepat. tanpa antri. Jalur khusus. 

Semakin hari aku semakin intim dengan dia. Nah lo. Dari dia aku belajar merubah ketertutupanku menjadi lebih terbuka. Dari dia aku belajar kenakalan sebagai seorang remaja. Guru dari semua kelaknatan ini anak. Ada keuntungan berguru sama dia, keuntungannya aku lebih pintar bersosialiasi, pinter mudusin cewek, tapi aku gak pintar membantah guru seperti dia. 

Pernah suatu hari saat pelajaran matematika. Pelajaran ini sangat dibenci semua anak-anak. Sudah menyusahkan gurunya killer pula. Dalam benakku Kiamat nih dunia persekolahan. Namanya pak slam. Nama lengkapnya mr. Slam. Ini salah satu guru muka hello kitty tapi berhati gozilla. Suaranya kayak mak lampir. Lembut namun menusuk. Omongannya bagaikan pasir yang masuk kemata. Perih. 

Cara pembelajaran dari guru ini adalah menerangkan, memberi soal kemudian membuat kami menangis. Gak menangis gimana, semua anak dikelas harus maju kedepan mengerjakan soal dipapan tulis. Yang bisa mengerjakan tenang dunia alherat. kalo yang gak bisa habis sudah dunia dia. Aku gak paham apa yang ada didalam pikiran guru ini, mungkin dia serasa menjadi juri ajang pencarian bakat. Ruang kelas serasa menjadi ruang audisi. 

Ayo selanjutnya novi. 
Dengan langkah penuh keyakinan novi maju kedepan papan tulis, menjawab semua persoalan dengan akurat seperti on-klinik. Dia selalu sukses melewati kritisi dari mr. Slam. Wajar dia anak paling pintar dikelas
"Iya bagus, begitu cara mengerjakannya"

"Terima kasih pak"

"Pitch kamu dalam menulis bagus sekali. Jauh lebih baik dari penyanyi aslinya" lho. 

"Ah bapak bisa aja. Saya jadi malu" 

*hening* 

Ketika novi maju kedepan, bagi anak lain ini serasa pergi kepantai ditemani para bidadari dan bidadara. Surga dunia. Namun ketika novi sudah duduk maka suasana akan mencekam. Seperti dalam program tv uka-uka. Karena ini tandanya akan ada anak yang lain maju kedepan menyelesaikan soal selanjutnya. Semua anak merasakan keringat dingin seperti pup yang ditahan lalu dapat menyebabkan pingsan. Semua anak tertunduk takut. Bahkan mafia abu-abu pun pada takut. 

"Baik selanjutnya farid" teriak mr. Slam. 

Aku tertawa setiap nama farid dipanggil. Karena menurutku ini adalah hiburan tersendiri karena aku tau dia tidak bisa dan jika tidak bisa maka dia akan berdiri lama sampai pelajaran usai. Itu berarti pelajaran matematika hari ini berjudul "menonton farid berdiri memegang kapur tulis yang menempel papan". Bagiku kesenangan sendiri, tapi untuk farid ini petaka. Bagaikan dipanggil oleh malaikat pencabut nyawa. 

Heran. Dari luar tampaknya dia santai. Tapi dari dalam hatinya aku tau kalau dia berteriak "mamaaaaa, aku ingin pulang". Dia maju menggambil kapur putih, menempelkannya ke papan tulis kemudian menulis nomer dan selesai. Hanya itu yang bisa dia kerjakan. Mr.slam menunggu, menunggu dan menunggu jawaban dari farid. Penantian panjangnya pun tidak terbayarkan. Dia mengamuk menghancur seisi ruangan dengan teriakannya yang seperti mak lampir. Anak-anak ketakutan, atap kelas mulai runtuh, semua berlari tanah kosong, kelas kami roboh, sekolah kami roboh dan puncaknya kami libur selamanya yeeeee #absurd

"Farid, ayo kerjakan dengan benar" bentaknya. 

"Siap pak" menjawab seperti seorang militer.

"Siap-siap, sampai kapan papan itu kosong"

"Sampai saya bisa mengerjakan" 

Seisi kelas tertawa. Mr. Slam semakin menjadi jadi amarahnya. 

"Kamu ini niat sekolah apa enggak, soal gampang kayak gini aja gak bisa" dengan nada falsetonya yang tinggi mr slam membentak. 

"Kalo saya gak bisa memangnya kenapa?" 

"kamu kok berani sama yang lebih tua?"

"kenapa harus tidak berani, kita sama-sama manusia yang makan nasi"

Suasana kelas makin hening. Hening melihat argumen yang seru  tapi lebih menjurus kurang ajar. Tapi ini tontonan seru. Akan lebih seru jika aa tukang popcorn jualan didalam kelas kemudian kami melihatnya dengan memakai kacamata 3D. jadi ketika air ludah dari mr.slam atau farid bertebaran dimana-mana, maka kami akan merasakan cipratannya. asin, asin, asin cocok sebagai teman makan popcorn. 

"keluar kamu dari kelas saya" mr slam semakin menjadi-jadi karena ulah dari farid

"kenapa saya harus keluar? orang saya sekolah bayar" farid tidak mau kalah

"KELUAAAAAAAARRRRRRR" sambil menggebrak meja.

Semua anak dikelas gendang telingganya pecah mendengar lengkingan mr.slam merdu.....merusak dunia. farid masih termenung didepan kelas dengan muka tidak terima. kemudian...

"gat*li" (omongan kasar orang jawa) celetuk farid sambil menunjuk mr.slam dan pergi keluar. Bukan hanya mr.slam yang heran dengan kelakuan farid tapi kami juga. 

"anak kurang ajar. yang lain jangan meniru dia" seru mr slam pada seisi kelas. 

*sekali lagi seisi kelas hening*

Pelajaran matematika usai, ini saat bahagia yang ditunggu oleh semua anak-anak termasuk aku. Farid masuk kedalam kelas dengan sorak-sorak dengan gemuruh tepuk tangan dari para penghuni X-2 "FARID! FARID! FARID! FARID!". Dia masuk kelas dengan bangganya seperti seorang petinju dunia yang memenangkan kejuaraan. Aku sebagai sahabatnya, ikut mengelu-elu kan dia bak seorang raja. Antara perasaaan bangga dan keterpukauan. "guru spiritualku tuh" ucapku dalam hati.

Sayangnya aku tidak bisa mengikuti jejaknya, melawan seorang guru. Karena aku anak baik nan rendah hati. cieeee. Kalo aku seperti dia bisa-bisa aku dimarahin mama. Farid semakin terkenal dikalangan anak X karena kejadian ini. Hikmah dari kejadian ini untuk aku adalah jangkauan pertemanan. Yang sebelumnya aku hanya bertemanan dalam lingkungan kelas X-2, sekarang aku lebih banyak teman di kelas X-1 dan X-3. Terima kasih farid, kamu menyelesaikan masalah dengan masalah. Seperti slogannya kewirausahaan bergambar timbangan warna hijau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar