Minggu, 02 Maret 2014

Kesimpulannya : "Aku itu Bodoh"



Setiap hari aku berangkat kesekolah ketika matahari baru menampakkan sinarnya. Menaiki sepeda motor kesayanganku yang aku beri nama supra. Semanjak masuk SMA aku sudah bebas menggunakan sepeda motor kemanapun yang penting sudah punya SIM meski itu nembak yang penting kan punya. 

Kegiatan rutinku selama hari senin sampai sabtu adalah jam 5.00 bangun pagi. Mandi lalu mempersiapkan kebutuhan sekolah memerlukan waktu kurang lebih setengah jam. Kemudian tak lupa menonton spongebob squarepants sebagai pembangkit semangat menjalani keseharianku. Pukul 06.30 aku berangkat kesekolah dan sebelum 07.00 aku selalu sudah ada disekolah. Gak pernah telat. anak rajin. Hehe

Hingga suatu saat pernah terjadi sebuah tragedi dimana rekor itu hampir terpecahkan. Sesuai kegiatan awal, aku selalu menjalani keseharian seperti jadwal yang sudah ada. Seperti biasanya aku berangkat pukul 06.30 dan hari ini adalah hari ujian tengah semester lebih tepatnya lagi ujian bahasa inggris.

Kulajukan sepeda motor dengan santainya. Memakai perlengkapan lengkap seperti seorang power ranger abu-abu. Ku kenakan helm warna hitam bergambar hati nan indah dan bersinar terang. Jaket abu-abu sport yang lagi trend waktu itu tak lupa aku kenakan biar up to date dalam hal fashion. Sepatu berwarna hitam yang kebesaranan tak luput aku gunakan.

Aku ingat saat itu kecepatan dari sepeda motorku adalah 0 km/jam. La kok bisa? Iya soalnya speedometerku mati haha. Tapi sesuai dengan sifatku yang slow, kulajukan sepeda motor itu sekitar 40 km/jam. Pelan-pelan asal kelakon kalo kata orang jawa. Aku gak bisa menyetir kayak valentino rossy yang buru-buru sampai finish karena dia tengah dilanda kesakitan pada perutnya sehingga dia tidak tahan ingin pup. Aku tidak bisa seperti itu.

Sekolahku berada di daerah Dukuh Kupang surabaya. Untuk berangkat kesana aku biasanya melewati jalan besar didepan sebuah hotel. Hotel somerset namanya. Disana banyak sekali per 3 dimana kendaraan roda dua, tiga , empat serta lebih sering hilir mudik. Aku sudah sering melihat kecelakaan di daerah ini karena ketidak tertiban para pengendaranya. Biasa indonesia, tau sendirikan gimana.

Keseringan melihat orang kecelakaan, sekarang akulah yang kecelakaan. Entah kenapa hari itu pikiranku kosong. Entah apa yang aku pikirkan. Mungkin aku galau karena tadi menonton spongebob yang bertengkar dengan patrick namun di tengah-tengah film aku bergegas pergi kesekolah tanpa mengetahui akhir dari cerita mereka. Apakah mereka kembali menjadi teman sejati atau tidak. Tiba-tiba disebuah pertigaan. Brukkkkkkk. Aku menabrak sepeda motor yang dikendarai oleh bapak-bapak.

Untung sebelum menabrak aku tidak berteriak seperti cewek jadi-jadian. “aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”. Kalo aku berteriak seperti itu kan jiwa kecucokanku terlihat donk. Gak deh bok. Eke gak cucok kayak gitu. Eke lelaki jantan. Lho kok jadi buka aib kayak gini haha.

Tabrakan sudah tidak terelakkan. Aku berharap ada yang membantuku untuk bangun seperti yang aku harapkan ada seseorang yang membantuku bangun dari patah hati yang berkelanjutan. Cieee. Saat aku berusaha mendirikan sepeda motorku, aku melihat farid ada didepanku. Aku berfikir “ada secerca harapan. Ada yang bakal menolongku” tapi rupanya tidak. Sialan dia meninggalkanku begitu saja. Kayaknya hari ini benar-benar apes.

Bapak-bapak yang aku tabrak memperpanjang masalah ini. Dia ingin ganti rugi. Aku digiringnya kepinggir jalan. “KTP mana?”

“belum punya pak”

“kamu itu belum punya KTP uda berani-berani bawa sepeda motor”

“ha?” jawabku heran. Apa hubungannya KTP sama Mengendarai sepeda motor. Perasaan polisi kalo nilang gak pernah tanya mana KTP kita deh.

“iya mana KTP kamu kok”

“maaf pak. Kenapa harus KTP?”

“ya iya bukti kalo kamu uda boleh baik sepeda motor”

“mungkin yang bapak maksud adalah SIM bukan KTP” balasku dengan penuh keheranan

“nah iya itu maksud saya” (ooo dasar kopler). Aku berikan SIMku. Dia lihat, raba lalu terawang.

“mana STNK?”. Aku berikan lagi. Kemudian dia lihat, raba dan terawang. Heran ini orang kayak gak pernah lihat SIM atau STNK. Hidup dijaman apa sih ni orang kayak gini.

“saya minta ganti rugi”

“ganti rugi berapa”

“200ribu”

“mana saya punya pak, orang jajan aja 10ribu perhari. Yang bener aja”

“ini motor saya rusak” dia menggerutu

“ya motor saya juga rusak”

Setelah lama berargumen aku melihat jam tangan. Sial 06.50 sebentar lagi masuk sekolah. Ujian bahasa inggris telah menanti. Sialku saat itu aku mengeluarkan HP dari kantong celanaku. Niatnya mau menelpon farid untuk datang menolong. Eh malah itu orang mengambil kesempatan dalam kesempitan.

“kamu mau ambil SIM dan STNK kamu dirumah saya atau serahkan HP kamu?”

“rumah bapak dimana?”

“cari saya didaerah rungkut tengah nama saya wahyudi”

Seperti terhipnotis, aku berikan HP itu kepadanya begitu saja. Tanpa sadar. Tanpa ada keraguaan. Dia kembalian SIM dan STNK ku. Dia pergi, sebelum pergi dia berkata. “kalo mau HP kembali ambil dirumah saya”

Aku sudah gak berfikir masalah HP, karena bisa diambil nanti. Yang aku pikirkan saat ini adalah bagaimana aku bisa kesekolah tepat waktu dan mengikuti ujian bahasa inggris. Bell sekolah berbunyi. Dan pas aku sampai tepat waktu. Masuk kedalam kelas dengan menahan sedikit rasa sakit. Didalam kelas si farid cerita.

“bu, tadi aku lihat anak Sma kecelakaan. Mirip kayak kamu.”

“trus”

“ya karena aku mikir itu bukan kamu jadi ya aku tinggal aja”

“sempakkkkkkkkkkkkkkk. Itu akuuuuuuuuu”

“oiya, aku kira bukan”

Ini anak muka preman hatinya benar-benar hello kitty banget. Dengan tenangnya bilang begitu padaku. Ah sialan.

“trus kamu ganti rugi berapa”

“belum ganti rugi sih”

“la terus” tanyanya seperti reporter berita.

“aku ganti nanti dirumahnya, tapi Hpku dia sita”. Jawabku santai

“emang kamu tau dimananya?”

“tau, rungkut tengah, namanya pak wahyudi”

“rungkut tengah gang berapa?”

“gang?” sambil menggaruk kepala aku berfikir. Iya ya gang berapa itu rumah orangnya. Rungkut tengah kan luas.

“gak tau rid” jawabku

“dasar kopler kamu. Ya ini namanya kamu dibodohin bapak-bapak. Hpmu gak bakal bisa balik”

Aku baru ingat. Aku tidak menanyakan alamat lengkapnya. Ah sial dan apes pokoknya. Saat mengerjakan ujian bahasa inggris aku sudah blank. Tak ada jawaban yang terfikirkan. Bukan karena kejadian dibodohi bapak-bapak. Tapi emang karena gak bisa. Selesai ujian aku langsung pulang. Niat buat tidur karena badan serasa sakit semua.

Sesampai dirumah. Bukannya langsung bisa istirahat. Eh malah diintrogasi sama kepala polisi di rumahku. Dia adalah mamaku.
“motor kamu kok rusak gitu?” tanyanya seperti mau marah

“iya mah jatuh” jawabku sedikit ketakutan

“kok bisa itu loh. Gak hati-hati kamu itu”

“iya mah pas nyetir lagi blank”

Jujur ketika mamaku marah, suasana bakal mencekam. Bisa-bisa aku aku dimarahi 1 jam nonstop seperti lagi denger ceramah dipengajian.

“yawda kalo kamu gak apa-apa. Motor bisa di betulis yang penting kamu selamat”. Terpukau aku mendengar perhatian seorang mama kepada anaknya. Kasih ibu memang sepanjang masa.

“tapi kamu gak ganti rugikan?”

“ganti mah, Hpku dibawa orangnya”

“rumah orangnya dimana?” tanyanya mulai dengan nada sedikit meninggi.

“rungkut tengah, namanya pak wahyudi”

“alamat lengkapnya dimana?”

“gak tanya mah”

Eh langsung mamaku meledak. “apaaaaaa? Kamu kok goblok sih. Kok bisa gak tau alamat orangnya? Gak habis fikir sama kebodohanmu mama. Gak habis-habis”. Mendengar itu semua, aku hanya bisa menundukkan kepala. Kata orang jaman dulu, menundukkan kepala saat dimarahi orang tua itu tandanya kita sopan dan menghormati mereka. Tapi jangan kamu nunduk terus tidur juga, yang ada kamu disiram air panas.

Mamaku ceramah selama 1jam nonstop. Bahasannya dari sabang sampai merauke. Ngomel tentang tabrakan sepedanya Cuma bentar doang. Ngomel masalah lainnya yang panjang. K. Ya kalian pasti tau sendirilah kalau orang tua marah pada kita. Topik utama nya A tapi yang dibahas itu sampe ke sub-sub topik yang lainnya. Aku hanya pasrah. Setelah ceramahnya selesai, aku langsung masuk kamar dan menguncinya.
Memikirkan kesalahan dan yang paling utama memikirkan kebodohanku tadi. “kok bisa ya aku gak tanya alamat orangnya” ah sial. Akhirnya aku merenung-merenung dan berkesimpulan. Kalau aku itu “bodoh”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar