Setiap hari aku
berangkat kesekolah ketika matahari baru menampakkan sinarnya. Menaiki sepeda
motor kesayanganku yang aku beri nama supra. Semanjak masuk SMA aku sudah bebas
menggunakan sepeda motor kemanapun yang penting sudah punya SIM meski itu
nembak yang penting kan punya.
Kegiatan rutinku
selama hari senin sampai sabtu adalah jam 5.00 bangun pagi. Mandi lalu
mempersiapkan kebutuhan sekolah memerlukan waktu kurang lebih setengah jam. Kemudian
tak lupa menonton spongebob squarepants sebagai pembangkit semangat menjalani
keseharianku. Pukul 06.30 aku berangkat kesekolah dan sebelum 07.00 aku selalu
sudah ada disekolah. Gak pernah telat. anak rajin. Hehe
Hingga suatu
saat pernah terjadi sebuah tragedi dimana rekor itu hampir terpecahkan. Sesuai kegiatan
awal, aku selalu menjalani keseharian seperti jadwal yang sudah ada. Seperti biasanya
aku berangkat pukul 06.30 dan hari ini adalah hari ujian tengah semester lebih
tepatnya lagi ujian bahasa inggris.
Kulajukan sepeda
motor dengan santainya. Memakai perlengkapan lengkap seperti seorang power
ranger abu-abu. Ku kenakan helm warna hitam bergambar hati nan indah dan
bersinar terang. Jaket abu-abu sport yang lagi trend waktu itu tak lupa aku
kenakan biar up to date dalam hal fashion. Sepatu berwarna hitam yang
kebesaranan tak luput aku gunakan.
Aku ingat saat
itu kecepatan dari sepeda motorku adalah 0 km/jam. La kok bisa? Iya soalnya
speedometerku mati haha. Tapi sesuai dengan sifatku yang slow, kulajukan sepeda
motor itu sekitar 40 km/jam. Pelan-pelan asal kelakon kalo kata orang jawa. Aku
gak bisa menyetir kayak valentino rossy yang buru-buru sampai finish karena dia
tengah dilanda kesakitan pada perutnya sehingga dia tidak tahan ingin pup. Aku tidak
bisa seperti itu.
Sekolahku berada
di daerah Dukuh Kupang surabaya. Untuk berangkat kesana aku biasanya melewati
jalan besar didepan sebuah hotel. Hotel somerset namanya. Disana banyak sekali
per 3 dimana kendaraan roda dua, tiga , empat serta lebih sering hilir mudik. Aku
sudah sering melihat kecelakaan di daerah ini karena ketidak tertiban para
pengendaranya. Biasa indonesia, tau sendirikan gimana.
Keseringan melihat
orang kecelakaan, sekarang akulah yang kecelakaan. Entah kenapa hari itu
pikiranku kosong. Entah apa yang aku pikirkan. Mungkin aku galau karena tadi
menonton spongebob yang bertengkar dengan patrick namun di tengah-tengah film
aku bergegas pergi kesekolah tanpa mengetahui akhir dari cerita mereka. Apakah mereka
kembali menjadi teman sejati atau tidak. Tiba-tiba disebuah pertigaan. Brukkkkkkk.
Aku menabrak sepeda motor yang dikendarai oleh bapak-bapak.
Untung sebelum
menabrak aku tidak berteriak seperti cewek jadi-jadian. “aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”.
Kalo aku berteriak seperti itu kan jiwa kecucokanku terlihat donk. Gak deh bok.
Eke gak cucok kayak gitu. Eke lelaki jantan. Lho kok jadi buka aib kayak gini
haha.
Tabrakan sudah
tidak terelakkan. Aku berharap ada yang membantuku untuk bangun seperti yang
aku harapkan ada seseorang yang membantuku bangun dari patah hati yang
berkelanjutan. Cieee. Saat aku berusaha mendirikan sepeda motorku, aku melihat
farid ada didepanku. Aku berfikir “ada secerca harapan. Ada yang bakal
menolongku” tapi rupanya tidak. Sialan dia meninggalkanku begitu saja. Kayaknya
hari ini benar-benar apes.
Bapak-bapak yang
aku tabrak memperpanjang masalah ini. Dia ingin ganti rugi. Aku digiringnya
kepinggir jalan. “KTP mana?”
“belum punya pak”
“kamu itu belum
punya KTP uda berani-berani bawa sepeda motor”
“ha?” jawabku
heran. Apa hubungannya KTP sama Mengendarai sepeda motor. Perasaan polisi kalo
nilang gak pernah tanya mana KTP kita deh.
“iya mana KTP
kamu kok”
“maaf pak. Kenapa
harus KTP?”
“ya iya bukti
kalo kamu uda boleh baik sepeda motor”
“mungkin yang
bapak maksud adalah SIM bukan KTP” balasku dengan penuh keheranan
“nah iya itu
maksud saya” (ooo dasar kopler). Aku berikan
SIMku. Dia lihat, raba lalu terawang.
“mana STNK?”. Aku berikan
lagi. Kemudian dia lihat, raba dan terawang. Heran ini orang kayak gak pernah
lihat SIM atau STNK. Hidup dijaman apa sih ni orang kayak gini.
“saya minta
ganti rugi”
“ganti rugi
berapa”
“200ribu”
“mana saya punya
pak, orang jajan aja 10ribu perhari. Yang bener aja”
“ini motor saya
rusak” dia menggerutu
“ya motor saya
juga rusak”
Setelah lama
berargumen aku melihat jam tangan. Sial 06.50 sebentar lagi masuk sekolah. Ujian
bahasa inggris telah menanti. Sialku saat itu aku mengeluarkan HP dari kantong
celanaku. Niatnya mau menelpon farid untuk datang menolong. Eh malah itu orang
mengambil kesempatan dalam kesempitan.
“kamu mau ambil
SIM dan STNK kamu dirumah saya atau serahkan HP kamu?”
“rumah bapak
dimana?”
“cari saya
didaerah rungkut tengah nama saya wahyudi”
Seperti terhipnotis,
aku berikan HP itu kepadanya begitu saja. Tanpa sadar. Tanpa ada keraguaan. Dia
kembalian SIM dan STNK ku. Dia pergi, sebelum pergi dia berkata. “kalo mau HP
kembali ambil dirumah saya”
Aku sudah gak
berfikir masalah HP, karena bisa diambil nanti. Yang aku pikirkan saat ini
adalah bagaimana aku bisa kesekolah tepat waktu dan mengikuti ujian bahasa
inggris. Bell sekolah berbunyi. Dan pas aku sampai tepat waktu. Masuk kedalam
kelas dengan menahan sedikit rasa sakit. Didalam kelas si farid cerita.
“bu, tadi aku
lihat anak Sma kecelakaan. Mirip kayak kamu.”
“trus”
“ya karena aku
mikir itu bukan kamu jadi ya aku tinggal aja”
“sempakkkkkkkkkkkkkkk.
Itu akuuuuuuuuu”
“oiya, aku kira
bukan”
Ini anak muka
preman hatinya benar-benar hello kitty banget. Dengan tenangnya bilang begitu
padaku. Ah sialan.
“trus kamu ganti
rugi berapa”
“belum ganti
rugi sih”
“la terus”
tanyanya seperti reporter berita.
“aku ganti nanti
dirumahnya, tapi Hpku dia sita”. Jawabku santai
“emang kamu tau
dimananya?”
“tau, rungkut
tengah, namanya pak wahyudi”
“rungkut tengah
gang berapa?”
“gang?” sambil
menggaruk kepala aku berfikir. Iya ya gang berapa itu rumah orangnya. Rungkut tengah
kan luas.
“gak tau rid”
jawabku
“dasar kopler
kamu. Ya ini namanya kamu dibodohin bapak-bapak. Hpmu gak bakal bisa balik”
Aku baru ingat. Aku
tidak menanyakan alamat lengkapnya. Ah sial dan apes pokoknya. Saat mengerjakan
ujian bahasa inggris aku sudah blank. Tak ada jawaban yang terfikirkan. Bukan karena
kejadian dibodohi bapak-bapak. Tapi emang karena gak bisa. Selesai ujian aku
langsung pulang. Niat buat tidur karena badan serasa sakit semua.
Sesampai dirumah.
Bukannya langsung bisa istirahat. Eh malah diintrogasi sama kepala polisi di
rumahku. Dia adalah mamaku.
“motor kamu kok
rusak gitu?” tanyanya seperti mau marah
“iya mah jatuh”
jawabku sedikit ketakutan
“kok bisa itu
loh. Gak hati-hati kamu itu”
“iya mah pas
nyetir lagi blank”
Jujur ketika
mamaku marah, suasana bakal mencekam. Bisa-bisa aku aku dimarahi 1 jam nonstop
seperti lagi denger ceramah dipengajian.
“yawda kalo kamu
gak apa-apa. Motor bisa di betulis yang penting kamu selamat”. Terpukau aku
mendengar perhatian seorang mama kepada anaknya. Kasih ibu memang sepanjang
masa.
“tapi kamu gak
ganti rugikan?”
“ganti mah, Hpku
dibawa orangnya”
“rumah orangnya
dimana?” tanyanya mulai dengan nada sedikit meninggi.
“rungkut tengah,
namanya pak wahyudi”
“alamat
lengkapnya dimana?”
“gak tanya mah”
Eh langsung
mamaku meledak. “apaaaaaa? Kamu kok goblok sih. Kok bisa gak tau alamat
orangnya? Gak habis fikir sama kebodohanmu mama. Gak habis-habis”. Mendengar itu
semua, aku hanya bisa menundukkan kepala. Kata orang jaman dulu, menundukkan
kepala saat dimarahi orang tua itu tandanya kita sopan dan menghormati mereka. Tapi
jangan kamu nunduk terus tidur juga, yang ada kamu disiram air panas.
Mamaku ceramah
selama 1jam nonstop. Bahasannya dari sabang sampai merauke. Ngomel tentang
tabrakan sepedanya Cuma bentar doang. Ngomel masalah lainnya yang panjang. K. Ya kalian pasti tau sendirilah
kalau orang tua marah pada kita. Topik utama nya A tapi yang dibahas itu sampe
ke sub-sub topik yang lainnya. Aku hanya pasrah. Setelah ceramahnya selesai,
aku langsung masuk kamar dan menguncinya.
Memikirkan kesalahan dan
yang paling utama memikirkan kebodohanku tadi. “kok bisa ya aku gak tanya
alamat orangnya” ah sial. Akhirnya aku merenung-merenung dan berkesimpulan. Kalau
aku itu “bodoh”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar