Minggu, 28 Desember 2014

Rekap Perjalanan Dalam 7 Tahun Terakhir

Uda lama gak nulis diblog hahaha. lagi sok sibuk nih jadi jarang nulis lagi :D.
Tapi sebenernya sih bukan sibuk cuma bingung aja mau nulis apa. sebelumnya kan nulis-nulis cerita waktu jaman SMA. Masa itu terjadi sekeitar 7-8 tahun yang lalu dari sekarang, dan otakku terlalu dangkal untuk mengingat semua kenangan dan kejadian dalam 7 tahun terakhir ini. Jadi intinya aku pengen mulai aktif lagi nulis cerita di blog ini lagi dan akan diawali dengan cerita waktu yang paling dekat yang aku alami saat ini. syukur-syukur aku bisa inget kenangan pas SMA sih bagus, bisa ditulis lagi, tapi ntr dah kalo uda mulai-mulai inget lagi hahaha.

Oke inti cerita kali ini adalah selama 7 tahun ini aku telah berganti 2 kali pasangan (pacar). Kalau sebelum pernah aku ceritain pacar dikala aku duduk dibangku SMA, Lidia. hubunganku akhirnya berakhir  setelah hampir 4 tahun bersama. alasan kita berpisah mungkin karena beda keyakinan. aku yakin kalo aku ini tampan, sedangkan dia yakin kalo aku ini amburadul mukanya. hahaha

Setelah putus dari dia, aku mulai masuk kedalam masa-masa galau. Selama 2 tahun aku sendiri tanpa seorang kekasih hingga akhirnya aku berani untuk jatuh cinta lagi dengan temanku saat Sekolah Dasar. Panggil saja dia Zi. tapi hubunganku dengan Zi pun tidak berjalan mulus dikarenakan kami harus Long Distance Relationship (LDR). Hubungan kami hanya baik-baik selama 6 bulan saja. Setelah itu, kami saling krisis kepercayaan.

Lalu sekarang bu?
Sekarang? aku punya kisah baru dengan adik kelasku SMA, sebut saja dia Cici
Setelah berakhir dengan Zi, aku tak lama untuk cari penggantinya. Kenapa kok sekarang bisa lebih cepet cari penggantinya? karena aku sering membaca masukkan-masukkan tentang masalah-masalah romansa di satu akun twitter. Kalo gak salah nama akunnya @hitmansystem  .

Aku mulai sering membaca tweet-tweet dia yang membuka pikiranku tentang suatu hubungan. So akhirnya aku berfikir "aku masih muda dan gak ada salahnya kalo memperluas pergaulan dan nambah jam terbang berpacaran". Dan akhirnya aku mulai berani jatuh cinta dan punya pasangan lagi deh.

Ya itulah review cepet tentang kehidupan percintaanku selama kurang lebih tujuh tahun ini. Sekarang aku pengen mulai nulis lagi cerita-cerita baru. Dimulai dari cerita dibawah ini.


Hati Baru Dunia Baru
Pada akhirnya aku ditinggal lagi oleh pacarku yang sebelumnya (zi). Ya memang benar Long Distance Relationship (LDR) itu susah untuk dilakukan kalo gak ada kedewasaan dan juga kepercayaan antara kedua belah pihak. Aku tak bisa percaya akan kesetiannya dan dia tak bisa menjaga kepercayaanku atau mungkin sebaliknya. Entahlah.

Puncak permasalahan pada hubunganku bersamanya adalah pada awal februari 2014 dia berkata bahwa hubungan kami harus berakhir. Aku mencoba mempertahankan hingga aku harus meminta-minta dia untuk tetap berada disisiku. Memang dia berada disisiku tapi tidak seperti waktu dulu lagi. Sifat, perhatian, kesetiaan bahkan hal yang paling penting yaitu komunikasi kamipun menjadi sangat-sangat buruk. Enam  bulan perjalan cintaku tetap seperti itu, aku masih berfikir bahwa dia pacarku tapi entah dengan dia.

Pada awal agustus aku berusaha menemui dia dikota Jakarta dan dia menyambut niat baikku itu…… Awalnya . Setelah aku mempersiapkan semua hal tetantang keberangkatanku kesana mulai dari tiket, uang, fisik hingga waktu, akhirnya malah tidak jadi aku kesana. Karena apa? Karena dia tidak bisa dihubungi. Aku telepon dan mengirim pesan padanya berulang kali tapi tidak ada respon darinya.

Sebenenarnya aku ingin nekat untuk tetap berangkat ke Jakarta meski dia tidak bisa dihubungi. Dengan menggunakan motor warna pinkku aku berangkat kestatiun kereta keberangkatanku. Sambil merenung dan berfikir disezip meter perjalananku, tiba-tiba handphone disaku sebelah kiriku bergetar. Berharapa dari dia tetapi ternyata bukan. (ngarep). Ternyata dari sahabatku dwiki yang berkata “sob kamu dimana?”
“aku mau ke statiun sob, mau ke Jakarta” balasku
“oalah sob, padahal aku mau ngajak kamu nongkrong-nongkrong gaul”
“sama siapa aja sob”
“anak-anak biasanya sob tapi ini desar ngajak Cici”
Cici? Aku berfikir dalam perjalananku, Cici itu siapa? Hahaha.. setelah berhasil mengingat-ingat ternyata cici yang dimaksud adalah adek kelasku ketika SMA dulu. Seangkatan sama si Lidia. Masih dalam perjalanan menuju statiun aku berfikir “ke Jakarta atau nongkrong sama anak-anak ya?”

Hingga akhirnya aku sudah berada tepat didepan gerbang statiun dan aku masih berfikri Jakarta atau nongkrong. Setelah aku fikir-fikir lagi, untuk apa aku kejakarta? Orang yang mau aku temuipun gak peduli sama aku. Akhirnya aku pilih nongkrong bersama teman-temanku. Dengan cepat aku kirim pesan singkat pada ikwid “sob aku ikut nongkrong, tunggu aku”.

Entah keputusan ini tepat atau tidak, menyesal atau tidak, aku sudah tidak peduli yang aku pikirkan saat itu adalah “kapan aku bahagia jika orang yang aku pikirkan tidak memikirkanku”. Sebelum menemui anak-anak aku mampir ke gramedia untuk membeli beberapa buku novel yang bisa aku baca untuk menghilangkan rasa galauku ketika aku sedang sendirian dirumah. Jujur saja aku pasti kepikiran dan galau banget karena tidak jadi ke Jakarta. Toh tapi nasi sudah jadi bubur, waktu keberangkatan sudah lewat jadi ya apapun yang terjadi setelah keputusanku ini aku kan terima.

Akhirnya setelah membeli beberapa buku aku hampiri teman-temenku. Tumben sekali mereka semua sudah kumpul dengan komplit, biasanya munculnya satu persatu. Duduklah aku dengan sebuah perasaan hati yang gundah gulana. Semua mulai bertanya “dari mana kamu bu?”. Setelah aku jelaskan panjang lebar sambil menunjukkan tiket-tiket kereta api yang batal kunaiki, eh kampret malah diketawain . Teman macam apa mereka, suka banget kalo aku dalam susah apalagi kalau aku patah hati. Malah saat itu si Farid bilang “mending kamu jadi homo aja dah dari pada pacaran sama cewek disakiti mulu”.
“gak mau lah, kalo putus cari lagi “ jawabku
“percuma, bener kamu tampan tapi kalo disakiti cewek mulu ya percuma” timbalnya

Kurang kampret apaan ini semua temen-temenku, bukan hiburan yang kudapat malah dijadiin bahan bullyan.
Bagaimanapun aku tidak menyesal dengan keputusanku saat itu. Karena apa? Karena meski Zi memutuskanku, aku masih punya sahabat-sahabat yang bisa menghiburku dengan cara mereka yang absurd. Di setiap bullyan mereka, ada rasa kasih sayang sebagai teman yang sangat dalam seperti mereka merasakan apa yang aku rasakan dan berusaha untuk membantuku melewati masa yang sulit itu.
Lalu tentang Cici? Nanti deh dilanjut ceritanya :*

Minggu, 11 Mei 2014

Pura-Pura Pintar



Banyak orang bilang kalau aku pinter *katanya sih*. Tapi padahal aslinya aku gak pinter.... tapi pandai :D . Tau kan bedanya pintar dan pandai? Apa ya? Aku juga gak tau sih coba cari digoogle mungkin ada jawabannya. Hehehe. Kepandaianku memasuki puncak kejayaannya ketika aku sedang berada di kelas 3 SMA. Tapi semua itu bisa diartikan sebagai sebuah keberuntungan semata. Aku gak pernah belajar dirumah. Buatku belajar ya sekali waktu disekolah doang. Belajar di sekolah aja uda bikin kepala keluar asap kayak kebakaran apalagi kalau harus ditambah belajar dirumah, mungkin aku akan melambaikan tangan pada kamera. Sungguh tidak kuat. 

Ketika kelas 3SMA aku menjadi anak kesayangan guru-guru karena nilai tugasku selalu bagus dan aku anaknya pendiam tidak banyak ulah sehingga bagi guru-guru, aku bisa jadi panutan bagi siswa-siswa yang lain. Tapi mereka kan gak tau kelakuan asliku yang sebenarnya. Tiap pagi tidur dikelas, provokator keonaran, belajar gak pernah dan apalagi aku lupa. Aku lebih suka kalau berbuat keonaran sebagai orang dibalik layar. Jadi aku menyusun semua rencananya sedangkan yang lain bagian eksekusi. resiko terkena hukumannya lebih sedikit apalagi dengan predikatku sebagai anak teladan dimata guru-guru, aku selalu lolos amukan para guru. 

Contohnya dikelas ada seorang temanku yang pendiam dan tingkahnya seperti tokoh anime naruto, tau kan siapa naruto? Temanku ini kalau berlari tangannya diangkat kebelakang serasa dia sedang lari dengan kecepatan 100 km/jam dan kalau bermain selalu dipinggir selokan yang berada dekat dengan pohon beringin tua, entah apa detail yang dilakukan dia disanan. Tidak ada yang tahu, semuanya menjadi sebuah misteri. Saking ini anak terlihat memiliki banyak misteri, sehingga menimbulkan orang-orang disekitar sangat ingin usil terhadapanya. 

Waktu itu kebetulan sedang jam kosong pelajaran. Katanya sih gurunya sakit. Entah benar-benar sakit atau beliau malas bekerja, tidak ada yang tau. Nah jam kosong ini selalu menjadi moment paling menyenangkan bagi para murid-murid. Setuju??? “Setujuuuuuu”. Yang selalu dilakukan saat jam kosong adalah: 1) Ngegosip 2) Tidur 3) Maen Hp 4) Pacaran (bagi yang pacarnya satu kelas) dan 5) Berbuat onar.
Mungkin karena bosan dengan hal nomer 1 sampai nomer 4, maka saat itu yang terlintas dipikiranku adalah membuat onar. Tapi bukan keonaran yang sangat beresiko bagi keselamatanku tapi keonaran yang membuat semua anak dikelas ikut serta sehingga nanti kalo dihukum sama-sama hahaha.

Terlintas dipikiranku untuk mengganggu ketentraman si naruto ini. Tapi apa??? Setelah berfikir keras sampai mandi kembang tujuh rupa, akhirnya aku menemukan ide untuk memborbardir dia dengan gumpalan-gumpalan kertas yang dilempar kepadanya dengan intensitas dan kuantitas yang banyak. *gila bahasanya, mahasiswa banget* hahaha. Sedikit demi sedikit demi sedikit aku mulai menyebarkan rencanaku ini ke teman sebangku, teman sebangku ke teman sebangku, teman sebangku sebangku keteman sebangku teman sebangku sebangku sebangku keteman sebangku dan begitu seterusnya sehingga rencana ini diketahui anak-anak satu kelas kecuali dia.

Si naruto ini kebetulan posisinya adalah sedang tidur dengan posisi setengah badan di bangku. Jadi dia tidak tau apa yang kita rencanakan kepada dia. anak-anak sudah mempersiapakan semua gumpalan-gumpalan kertas yang akan dilempar kepadanya. Instruksi saat itu adalah gumpalan kertas tapi entah gara-gara kreatif atau yang lainnya, ada anak yang menyipkan sisa nasi bungkus, aqua bekas, roti basi dan lain sebagainya untuk dilempar kepada dia. “ sungguh diluar dugaanku”.

Semua persiapan sudah selesai tinggal eksekusi dan....... 1 2 3 sesuai aba-abaku semua barang berterbangan ke arah si naruto ini sampai dia bangun dan kaget. Semua murid langsung pura-pura seperti tidak punya dosa. Mereka kembali sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang pura-pura tidur, pacaran, gosip dan lain sebagainya. Si  naruto ini kemudian marah, bangun dari kursinya sambil melihat kesekeliling sambil dia mencari dan menebak-nebak siapa pelaku kejahatan yang telah mengganggu ketenangan tidurnya tadi.

Dengan muka sambil mengeluarkan aura-aura rubah ekor sembilannya, si naruto ini menggebrak meja sambil berkata “siapa yang melempar semua ini padaku?” anak-anak yang tadi melempar serasa gak punya dosa semua, mereka kembali kekegiatannya masing-masing. Kemudian si naruto ini menunjuk semua anak yang memang didalam kelas selalu menjadi biang keonaran “kamu, kamu, kamu. Kalian gak bakal bisa pulang”. Anak-anak yang ditunjuk malah pada ketawa semua gak malah terancam. Dalam benak mereka itu hanyalah gertakan semata. Ooiya apakah aku termasuk yang diancam sama si naruto? Tentu tidak. Aku kan anak baik-baik dan lugu hahaha.

Jam pulang sekolah berbunyi, setelah berdoa kami bergegas meninggalkan kelas. Tapi tak diduga-duga kepala sekolah sudah menutup pintu keluar dari kelas kami. Ternyata ancaman sinaruto benar adanya, bukan hanya sekedar gertakan sambal. “siapa tadi yang jadi biang keonanaran? Ngaku!!!” teriak kepala sekolah. Kami tetap diam pura-pura gak punya dosa. Tiba-tiba naruto yang menunjuk anak-anak yang tadi ia tunjuk sebelumnya. Merekapun dipanggil kepala sekolah. Mereka yang dipanggil keesokan harinya harus datang kesekolah dengan membawa orang tua mereka masing-masing. Oh kasiannya temen-temanku yang malang. Aku? Lolos dari segala tuduhan meski aku sebagai provokatornya hahaha (tak tau diri).

Berpindah kepada prestasi. Dikelas 3 ini aku terpilih menjadi siswa terbaik nomer 1 di jurusan IPS. Bayangkan, orang semalas aku ini bisa jadi murid terbaik. Padahal dikelas juga aku tidur mulu tapi kok bisa menang. Heran kan? Apalagi aku. Jadi ceritanya gini, pada minggu-minggu pertama kenaikan kelas, selalu diadakan upacara bendera. Kalian pasti malas kan kalau ada upacara bendera, sama aku juga haha. Pagi-pagi datang kesekolah terus dijemur kayak ikan asin. Oh panasnya membabi buta sekali pemirsa. Tapi sebagai warga negara yang baik, aku harus tetap melaksanakannya. Menghormati bendera merah putih dan menyanyikan lagu indonesia raya dengan jiwa patriotisme.

Tapi hal paling membosankan dari upacara adalah mendengarkan kepala sekolah berpidato. Haduh itu rasanya serasa ingin berteriak “sudah cukup pak cukup kami tidak kuat berdiri”. Sudah lama, pidatonya tidak kami mengerti lagi, sumpah bad banget. Pidato selesai menandakan bahwa upacara pun akan segera selesai, tapi tiba-tiba ada ekstra time. Semua murid sudah capek untuk berdiri sampai ada yang pura-pura pingsan biar bisa mengakhiri upacara lebih cepat. Ekstra time disini adalah pengumuman siswa terbaik. Tahun-tahun sebelumnya gak ada acara kayak gini. Memang gak ada atau aku yang gak tau ya? Hahaha.
Beasiswa dibagikan bagi siswa kelas 1 yang naik kelas 2 dan kelas 2 yang naik kelas 3. Hadiahnya? Potongan spp bro. Beasiswa 1, 6 bulan spp gratis, beasiswa 2, 4 bulan spp gratis dan beasiswa 3, 2 bulan spp gratis. Kan lumayan spp gratis. Minta ortu spp untuk tetap bayar padahal gratis hahaha (durhaka, koruptor kecil). Tapi dalam benakku saat itu, gak  mungkin aku menang. Paling-paling yang menang itu melly, anak kelas sebelah yang memang pintar dan dibangga-banggakan oleh guru-guru.

Pengumuman pun dimulai. Satu demi satu pemenang maju kedepan para siswa yang sedang baris. Dengan senyum pepsodent, terlihat wajah bahagia mereka. Wajah bahagia karena akan mengkorupsi uang spp hahaha. Yang terakhir adalah pengumuman kategori anak IPS kelas 3. Mulai dari yang nomer 3. “untuk beasiswa ke 3 anak IPS jatuh kepada.....” suara senar drum bergemuruh “treeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeekkkkk, cessss” “baidowi dari kelas XII ips 2”. Semua anak kelas tiga bertepuk tangan. Jujur aja dia emang anak yang kurang mampu dan dia selalu tekun dalam belajar, jadi wajar kalau dia beasiswa. Kemudian “untuk beasiswa 2 adalah........” suara senar drum kembali bergemuruh  “treeeeeeeeeeeeeeeeeeeeekkk, cesss” “mely dari XII IPS 1” dalam benakku “wah mely kok beasiswa 2 ya. Trus beasiswa satunya siapa ya?”. Anak-anak kelas 3 yang tadinya tidak semangat dalam pembacaan beasiswa ini menjadi ribut sendiri. Bagaimana tidak, hasil prediksi mereka salah semua. Mely yang paling pintar seangkatan malah jadi beasiswa 2, trus siapa yang beasiswa 1?. Kami pun bersorak untuk satu nama. “indra bayu alias jisunk” hahaha. Kami kompak mengumandangkan namanya setelah tahu mely beasiswa 2. “indra bayu, indra bayu, indra bayu” teriak semua anak kelas 3 secara kompak. Sampai-sampai anak kelas 1 dan 2 tertawa dan ikut meneriakkan namanya. Si jisunk ini sampai salah tingkah karena namanya dielu-elukan oleh teman-temannya. Moderatorpun mengumumkan beasiswa 1nya “dan beasiswa satu jatuh pada.........” semua anak kompak berteriak “indra bayu” tapi moderator tidak menyebutkan nama indra bayu melainkan nama “prabu”. Anak-anak tetap sibuk meneriaki nama indra bayu, aku juga. Menghiraukan kalau namaku yang dipanggil. “sekali lagi kepada saudara prabu diharapkan maju kedepan” aku yang terlalu sibuk meneriaki nama indra bayu sampai tidak sadar kalau aku yang menang beasiswa 1 hahaha

Aku menanyakan ke teman sebelah “kenapa harus aku maju?” “kamu yang menang beasiswa 1” jawab mereka. “ hah aku?” dengan tidak percaya akupun maju kedepan sambil menggaruk kepalaku karena heran, “kenapa aku bisa menang?” wah jangan-jangan ini adalah candit camera. Sebenarnya aku tidak menang dan hanya acara usil saja. Tapi ternyata tidak, aku yang menang. Beneran menang. Sumpah aku tidak percaya. Hahaha. Selama 12 tahun aku bergelut didunia pendidikan, ini adalah pertama kalinya aku mendapatkan penghargaan. Amazing....

Acara upacara selesai, anak-anak sibuk meminta traktiran kepadaku. “cieeee prabu menang beasiswa 1, mustahil sebenernya kamu kan tukang tidur dikelas”
“kamu aja heran apalagi aku?” jawabku sambil tertawa
Sebagai anak yang berbakti pada orang tua, orang yang harus mendengarkan kabar mengejutkan ini adalah “mamaku”. Ia dia harus tau kalau anak yang selama ini ia prediksi sebagai anak yang malas dan bodoh ternyata bisa mendapatkan beasiswa 1 beasiswa. Hahaha. Antara percaya atau tidak mamaku memang lebih berat kepada tidak percayanya bahwa aku dapet beasiswa. Tapi ini sungguhan bukan pembohongan publik semata haha.

Dapet beasiswa itu membanggakan, apalagi telah mengalahkan anak paling pinter seangkatan. Didunia ini memang tidak ada yang tidak mungkin. Selain bangga, reputasipun bertambah. Tapi ada gak enaknya juga, gara-gara aku jadi siswa berprestasi, aku sudah tidak bisa tidur dikelas lagi. ntar kalo aku keseringan tidur dikelas yang ada guru-guru bilang “ ini anak dapet beasiswa kesatu tapi dikelas kerjaannya tidur, kayaknya kita salah pilih”. Bisa-bisa gelarku dicopot, trus sppku gak jadi gratis, trus aku gak jadi korupsi uang spp buat jajan. Kan berabe ceritanya. Tapi marilah nikmati hasil kerja keras kita. Menjadi lebih baik itu kadang selalu ada hikmahnya *betul tidak?* *betul, betul betul*.

Prestasiku tidak berakhir sampai situ saja. Ada lagi? tentu ada. *sombong*. Kali ini ketika aku mengikuti lomba mata pelajaran antar yayasan yang menaungi sekolahku. Kebetulan ada 3 sekolah yang ikut berkompetisi tapi yang mengikuti lomba mata pelajaran satu dengan yang lain tidak boleh sama. Dan satu tim terdiri dari kelas 1 kelas 2 dan kelas 3 jadi intinya semua generasi berada didalam satu tim agar kekuatan pikirannya bertambah kuat. Katanya.

Yang aku ingat mata kuliah yang dilombakan saat itu adalah dikategori IPA ada fisika, kimia dan biologi, kemudian di kategori IPS ada geografi, sejarah, dan sosiologi. Sedangkan bahasa indonesia, bahasa inggris dan matematika menjadi kategori campuran.
Guru-guru sudah mulai merekrut siswa-siswi berprestasi dari semua generasi yang tersedia. Jadi intinya siapa cepat dia dapat. Nah yang paling apes adalah guru matematikaku. Karena dia santai tidak mencari siswa-siswi yang harus mewakili mata pelajarannya, dia hanya mendapatkan siswa-siswi sisa. Sisa yang dimaksud adalah jika ada rangking satu-sepuluh maka dia hanya kebagian siswa yang rangking sepuluh. Dalam lomba ini, bukan hanya citra sekolah yang dipertaruhkan tapi citra seorang guru dipertaruhkan. Apakah mereka memang guru-guru terbaik dibidangnya.

Nah kembali keguru matematika. Karena dia telat merekrut siswa-siswi terbaik yang ada, dia kebingungan untuk menentukan anggota tim untuk mata pelajarannya. Saat itu kebetulan mata pelajaranku adalah matematika. Dan dia mengabsen semua murid pintar dikelasku apakah meraka sudah mewakili mata pelajaran lain atau belum.

“lusi?” teriaknya

“iya pak?” jawab lusi

“kamu mewakili matematika ya, ikut tim saya”

“tapi saya sudah disuruh mewakili bahasa indonesia, coba baidowi pak atau meli”

“mereka sudah dipilih sama guru lain juga, jadi siapa ini yang saya pilih”

Pandangan guru ini tiba-tiba beralih kepadaku. Aku sih pura-pura gak liat. Kenapa? Karena males, males harus belajar intensif demi lomba.

“prabu?”

“iya pak?”

“kamu aja yang mewakili matematika”

“tapi pak, saya gak jago itung-itungan” cobaku mengelak

“sudah nanti bapak yang ajari intensif”

Matilah sudah, mendengar kata intensif aku jadi makin males. Tapi mau gimana lagi sudah dipilih dan harus dijalani dari pada nanti aku beasiswaku dicopot. Sekali lagi aku tekankan, aku menang beasiswa bukan karena pintar tapi karena HOKI.

Setiap hari aku harus belajar matematika diperpus sendirian. Soalnya anggota timku yang lain belum ditentukan. Rasa malas menghantuiku. Tapi rasa malasku sedikit hilang ketika tau siapa anggota timku. Dia adalah Lidia, pacarku sendiri. Aku sempat terkejut kenapa dia jadi anggota timku. Jangan-jangan ini guru salah pilih. Yang ada kalau aku menduetkan otak kami, bukan kemenangan yang didapat tapi malah kehancuran. Karena bisa aja maslah rumah tangga kami bawa keperlombaan. *cie rumah tangga*

Hal yang aku pikirkan pertama kali saat itu adalah “sial banget pacarku jadi anggota timku, yang ada ntar gak fokus ke perlombaan malah bertengkar” maklum aku dan dia memang terkenal sering bertengkar tapi ujung-ujungnya selalu akur. Aku juga heran kok bisa kayak gitu. Tapi ya sudahlah terima apa adanya. Aku kasih tau ya, si lidia ini memang pinter, iya pinter nyontek dan nyalin jawaban. Tiap malam kalau ada ujian UTS, UAS atau harian, aku selalu menemani dia. bkan menemani di belajar tapi menemani dia menyiapkan jawaban yang ditulis kecil-kecil alias “kerpekan” kalau kata orang jawa. Sumpah ini guru salah pilih anggota tim. Aku tukang tidur, si lidia tukang ngerpek. Trus gimana anggota timku yang satu lagi? guruku memilihnya secara random. Jadi ada anak kelas X yang lewat trus dia rekrut.

Dia bilang kepadaku dan lidia “ kalian berdua saja sudah cukup buat perlombaan ini, yang kelas satu Cuma pelangkap aja”
Dalam pikiranku “ ini guru belum tau sifat asliku dan si lidia”
Tiap hari kami harus pura-pura belajar matematika secara intensif diperpus. Sampai serasa otak mau terbakar. 10 soal harus kami kerjakan dalam waktu 10-15 menit. Kalian bisa rasakan bagaimana rasanya ketika mengerjakan soal seperti ini. Apalagi soal dan jawabnnya kayak bahasa sangsekerta gitu, sulit dipahami. Selama satu minggu kami harus bergelut dengan soal-soal yang merusak mata. dan tibalah hari perlombaan.

Perjuangan kami dalam memahami soal-soal latihan, hari ini diuji. Selama 2 jam kami harus mengerjakan soal yang ada. awalnya kami tenang-tenang aja karena merasa yakin bisa mengerjakan tapi OMG setelah soal dibagiakan, semua tulisan dan angka serasa huruf sangsekerta. Aku melihat lidia sambil tertawa dan berkata “soalnya gampang sekali ya”
“gampang gundulmu” jawabnya.
Bagiku, soal ini lebih susah dari pada soal unas yang aku pelajari. Sungguh terlalu ini soal. Tapi untungnya jawabnya adalah ABCDE jadi ya kalau gak bisa tinggal hitung aja kancing yang ada dibaju. Selesai. Dari 30 soal. Aku hanya bisa mngerjakan 3, lidia 2 dan anak kelas satu 2. Jadi masih ada 24 soal yang masih belum terjawab. Masa iya ke24 jawab ini harus aku dapatkan dari menghitung kancing baju?. Saking pintarnya aku, aku melirik kelompok sebelah yang kebetulan adalah tim matematika dari sekolah tetangga. Dengan cara curi-curi pandang seperti kita sedang melihat orang yang diam-diam kita sukai. Mereka mengakat lembar jawabannya keudara seakan mereka memang sengaja memperlihatkannya pada kami. Ya karena aku sudah frustasi, aku contek aja jawaban mereka. Tentang hasil akhirnya bagaimana nanti saja pokoknya ini lembar jawaban terisi penuh. Dengan stategi curi-curi pandang akhirnya jawaban kelompokku lengkap sudah. Antara yakin dan tidak yakin kami kumpulkan lembar jawaban itu.

Proses penilaian dilakukan setelah 30 menit perlombaan selesai. Teman-temanku yang mewakili mata pelajaran lain, deg-degan menanti hasil pengumuman siapa yang menang. Sedangkan kelompokku? kami santai seperti tidak punya dosa. Soalnya kami memang sudah pasrah jadi tidak mengaharapkan jadi juara. Itu lembar jawaban terisi aja sudah bersyukur.
Penggumuman juara pun segera dibacakan. Dengan suara dari speker yang keras, ketua yayasan membacakan hasilnya. “terima kasih kalian telah berpartisipasi dalam perlombaan ini, dan saya disini akan menggumumankan siapa saja pemenangnya”.

Semua peserta menundukkan kepala dan berdoa berharap menang. Aku? Menundukkan kepala dan berdoa “cepat bacakan hasilnya supaya bisa cepat pulang”.
Yang pertama dibacakan adalah juara untuk mata pelajaran sosiologi. “untuk mata pelajaran sosiologi jatuh kepada sekolah A”. Ternyata sekolahku lah yang menang. Mereka bersorak kegirangan serasa mendapatkan jackpot dari mesin pacinko. “selanjutnya untuk kategori matematika, jatuh pada sekolah A”. Eh ternyata gak disangka, timku menang. Bukan senang seperti tim lainnya ketika menang, kelompokku hanya tertawa terbahak-bahak. Ya sapa yang mengira dari stategi curi-curi pandang kami bisa menang juara satu hahaha. Inti dari pengumuman perlombaan ini, hampir 90% yang juara adalah dari sekolah kami. Hebatkan?

Keesokan harinya saat upacara *upacara lagi upacara lagi*. pemenang dari lomba yang ada mendapatkan hadiah dan penghargaan dari kepala sekolah. Yang jadi sorotan saat itu adalah aku dan lidia. Bagaimana tidak, aku dan dia sepasang kekasih yang menerima penghargaan karena menang lomba berkelompok. Dalam pikiran guru-guru mungkin berkata seperti ini “ contohlah prabu dan lidia, pacaran positif, belajr bersama terus ujung-ujungnya menang lomba”. Bapak ibu sekalian, sekali lagi saya tekankan, kami tidak pintar rapi kami cerdas. Yang satu cerdas dalam hal ngerpek yang satu cerdas dalam hal curi-curi pandang. Tiap hari kamu tidak belajar tepi nonton TV dan bertengkar. Gak ada acara belajar bersamanya sama sekali.
Ya begitulah cerita kecerdasanku yang didasarkan dari kehokianku. Jujur aja aku gak pinter, tapi kebetulan aku cerdas dan penuh keberuntungan. :)

Minggu, 06 April 2014

Kembalinya Si Gadis Pembawa Tornado


Buatku jomblo itu gak seburuk seperti apa yang dipikirin oleh orang lain. Banyak pemuda-pemudi yang merasa hidup mereka itu kurang indah karena jomblo. Emang sih ada benernya tapi ya jomblo juga banyak keutungannya. Lagian tuhan udah nyiptain pasangan buat kita jadi ya tunggu aja bagi kalian yang jomblo untuk melepas masa jomblo kalian. 
 
Keuntungan jomblo buatku adalah bisa main bareng temen-temenku secapek yang aku bisa. pacarku yang sebelumnya membatasi pergerakanku untuk bermain bersama teman-temanku. Karena sekarang dia udah gak ada jadi ya aku bebas deh. Seorang pacar emang kadang protektif terhadap pasangannya. Ya alasannya sih biar gak macem-macem dan selalu berada didekatnya. Buatku di protektifin pacar itu sebuat perhatian khusus tapi kalau berlebihan ya lier juga kalo kata orang sunda. 

Semisal kita mau main gak bareng dia gak boleh katanya takut tebar pesona sama orang lain. Ya gak semua orang kayak gitu. Lagian aku ini cowok setia *ciee*. Jadi kalau cewekku protektif, dia gak perlu deh ngawatirin aku buat selingkuh atau membelok kejalur yang tidak benar. Yang ada malah aku khawatir cewekku belok kejalur yang tidak benar hahaha.

Dimasa kejombloanku yang ditinggal lidia, aku mulai enjoy dengan semua kegiatan baruku tanpa dia. selain main bareng temen, ngelakuin hobby yang terbengkalai, dan berpetualang tak jelas entah kemana jadi sering aku lakukan. Kadang iri juga sih kalau liat temen jalan bareng sama pasangannya dan aku hanya bisa melongo sambil tersenyum. Tapi ini bukan akhir dunia. Kata pribahasa sih masih banyak ikan dilaut. Emang bener, tapi gak mudah mencari ikan yang berbeda dari ikan yang lainnya. 

Status jombloku mengundang banyak wanita berlomba mendapatkan hatiku *sombong banget haha*. Jika dipikir-pikir, nama prabu kan raja nah kalo statusku jomblo kenapa aku gak buat sayembara aja ya buat dapet cewek baru. Misalnya nempel pengumuman jomblo dan sayembara cari pacar baru dipohon-pohon. Sebenernya mauku juga gitu tapi setelah dipikir-pikir kalau nempel pengumuman dipohon-pohon, yang ada kayak pencarian orang hilang atau daftar pencarian orang (DPO) kasus kriminal. Jadi aku urungkan niatku bikin sayembara kayak gitu. 

Aku mulai dekat dengan beberapa cewek. Nah konon cewek-cewek yang deket aku ini suka sama aku loh *sombong lagi haha*. Tapi aku lagi malas pacaran. Malas pacaran sama orang lain dan berharap lidia kembali kepelukanku sebenernya sih kayak gitu. Punya temen cewek itu enak juga apalagi kalau dia bisa dengerin curhatan kita secara suka rela dan memberikan masukkan-masukkan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi. *bener gak?*

Tapi tiba-tiba entah apa yang direncanakan tuhan kepadaku, lidia kembali padaku. Kok bisa? aku sendiri aja gak paham. Tapi kejadiannya kurang lebih kayak gini :
Di tengah siang bolong aku melamun. Bukan melamun mikirin cewek tapi ngelamun mikirin utang. Aku pun tersadar dari lamunanku karena sebauh getaran dipaha kiriku. Aku ambil penyebab getaran itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah handphone. Ternyata ada pesan masuk. Tadinya aku mikir paling-paling pesan dari operator yang promo tentang kartu telepon yang kita pakai, eh tapi ternyata dari lidia.

Aku galau saat itu, galau antara harus membaca atau langsung menghapusnya. Bisikan-bisikan gaib pun mulai melintas dipikiranku. “ buka aja bu” 

“jangan bu, ntar kamu tambah galau luh”

“gapapa buka aja bu, sapa tau itu sms dari lidia yang mau nikah”

“kagak mungkin lah dia masih kelas 2 Sma”

Ya perang batin untuk membuka atau tidak akhirnya aku buka juga sms dari dia yang isinya adalah “lagi apa”.

Ketika aku mendapatkan sms kayak gini, yang aku pikirkan adalah “paling-paling salah kirim sms”. Jadi aku kagak mau bales sms itu. Sapa tau salah kirim beneran trus karena GR makannya langsung antusias bales tapi setelah nunggu dia bales ternyata balesannya Cuma “sorry salah  kirim” nah lo yang ada bukan seneng malah makin galau masuk jurang. Jadi fix saat itu keputusanku adalah “tidak membalas smsnya”.

Kembali kelamunanku yang mikirin utang. Gila ya aku kecil-kecil uda mikirin utang. Tapi bukan utang uang luh yang aku pikirin, melainkan utang pahala yang harus aku bayar kelak jika ingin masuk surga *sok alim*. Tiba-tiba handphone di paha kiriku bergetar lagi. ada sms lagi dan lagi-lagi dari si lidia. Isi smsnya adalah “kok gak dibales?”. Sekarang aku galau harus membalasnya atau tidak. Pikiran salah kirim masih kuat dibenakku. Dari pada ke gr-an, akhirnya aku bales aja sms dia yang isinya “kamu salah kirim?”. Lebih baik bertanya dari pada kita salah paham. Bener kan?. 

Balasan dari dia pun datang dan setelah aku baca isinya ternyata “enggak kok”. Aku masih mikir kenapa dia tiba-tiba sms aku? Kangen? Kagak mungkin, dia kan masih sama cowoknya. Jadi aku bales aja “tumben sms aku, ada apa?” 

“gapapa, emang gak boleh” jawabnya

“ya gapapa tumben aja, ada masalah sama cowokmu kok tiba-tiba sms aku?”

“enggak kok, Cuma lagi pengen aja sms kamu”     

“oalah”

Dan kami pun bercakap-cakap tanpa henti dari siang sampai malam. Seneng sih tapi kalau gini ceritanya kegalauanku pasti kembali datang. Alih-alih udah bisa lupa eh ternyata pas uda hampir berhasil dia malah datang lagi. kan gak enak rasanya. Apalagi kalau belum bisa melupakan rasa sakit hati yang diderita karena dibuang begitu saja. Tapi ya namanya juga ada niat baik jadi ya harus disambut dong niat baik itu. Sesakit-sakitnya dihiantai, gak boleh jahat sama orang yang nyakitin itu tapi kalau bisa sih langsung aja dorong kejurang tuh orang. hahaha *bijak banget*. 

Sehari setelah percakapan smsku bersama lidia, aku mulai jalan lagi dengan dia tapi sebelum jalan aku pertanyakan dulu statusku terhadapnya. Apakah hanya teman, mantan, atau pacar. Segakknya dari status itulah aku bisa bersikap dengan benar. Tapi ternyata statusku saat itu adalah menjadi pacarnya kembali. Iya, dia ngajak balikan. Aku sih mikir antara menerima atau tidak, tapi jujur aja aku memang masih sayang sama dia meski dia telah merubah berbeapa hari kebelakangku jadi kelam. Hati memang tidak bisa dibohongi aku pun menerima ajakannya itu. Tapi ada satu pertanyaan yang masih mengganjal dipikiranku. Apakah dia udah putus dari pacarnya atau belum?. 

Ternyata belum *nah lo*. Aku jadi selingkuhan dong? Ya kagak mau. Jadi aku kasih aja dia pilihan, aku apa pacarnya yang ngerebut dia dari aku. Jujur aja aku gak mau jadi yang kedua dalam sebuah hubungan. Jadi yang kesatu aja kadang masih disakitin apalagi jadi yang kedua malah gimana ntar ending ceritanya. Dia jawab tanpa keraguan “kamu bakal jadi yang kesatu”.

Aku balik bertanya “ bagaimana caranya?”

“aku putusin dia demi kamu”

“kapan? Sekarang?”

“iya sekarang”

Tanpa diduga dia mutusin pacarnya saat itu dengan cara kirim sms. Yang isinya gak jauh beda dari sms dia pas mutusin aku :| . gila ternyata gitu toh. Aku mikir yang diputusin pasti sakit hati banget tuh kayak aku dulu dan setelah dapat tuh sms pas balesannya “kenapa?” trus pasti si lidia jawab “gak mau pacaran dulu”. Eh ternyata bener tebakanku. Gak kreatif banget dia. Masa mutusin cowoknya persis banget caranya sama pas mutusin aku dulu. Lidia oh lidia. Meski aku juga kasian sama cowoknya saat itu, tapi dilain pihak aku sedang mengambil kembali apa yang telah dia rebut dari aku dulu. Segaknya sekarang aku fokus gimana caranya jalani hubungan bareng sama lidia dan semoga hal kayak gini gak terjadi lagi dalam kisah cinta kami. Mungkin aku juga salah ngerebut pacar orang. tapi aku tekankan sekali lagi dengan keras kalau aku mengambil apa yang orang lain ambil dari aku sebelumnya.

Setelah kejadian yang sedikit memilukan itu akhirnya aku dan lidia kembali bersama. Ya meski cara dia nyakitin aku waktu dulu itu dalem banget, tapi apa salahnya kalau kit amemberi kesempatan kepada orang yang berbuat salah kepada kita untuk memperbaiki kesalahannya. Banyak sih yang bilang aku bodoh karena mau balikan lagi sama dia. Tapi mau gimana lagi. Hati berbicara saat itu. Apalagi temen-temanku yang setia nemenin aku ketika galau, mereka bilang kalau aku bodoh mau balikan sama dia tapi mereka juga bilang kalau nanti aku galau lagi mereka bakal setia nemeni aku. Teman yang baik :).

Keputusan sudah diambil. Apapun nanti hasil kedepannya, kita harus jalani dengan hati yang lebih kuat entah itu bahagia atau malah kecewa. Pertahankan apa yang memang milik kita jangan pernah sia-siakan. Kesempatan baik tak pernah datang berulang-ulang seperti dalam video game yang ketika game over bisa di restart dan kembali seperti awal. Dalam dunia nyata, hal seperti itu tidak akan terjadi. Jadi ketika sudah mulai sebuah pertualang cinta, pertahankanlah dan jadikan itu game over yang happy ending.

Minggu, 30 Maret 2014

Alay Teriak Alay



Ditinggal orang yang disayang itu emang berat. setelah berusaha bunuh diri dengan cara minum obat serangga dan ketika dibawa kedokter Cuma dikira masuk angin, akhirnya aku bisa berdiri tegak menghadapi masa depanku yang masih panjang. *cieeee*. Dengan bantuan teman-teman dan sahabat-sahabat tercinta, aku melupakan memori tentangnya dengan memori yang baru.

Temen-temanku yang sadar kalau aku galau, lemah, dan rapuh selalu menghiburku. Mengajakku ketempat-tempat yang bisa melupakanku terhadap dia. yang tadinya murung ngurung diri dirumah, sekarang aku berani keluar rumah dan mencari pengalaman baru. Ya meski kadang masih sakit hati juga sih punya mantan yang satu sekolahan. Apalagi pacar barunya juga satu sekolahan, makin nyesek men. Melihat orang yang kita sayang dengan orang lain apalagi dia mutusin kita dengan alasan “gak mau pacaran dulu” tapi buktinya apa? 

Baru putus 1 hari uda dapet pacar baru. Yayaya wanita memang susah dimengerti.
Emang sih gak semua wanita kayak gitu, tapi alasan kayak gitu udah klasik banget. Kalo emang gak sayang yawda terus terang aja. dari pada harus membohongi sampai akhir. Ya emang sih kejujuran susah diterima tapi kejujuran itu membuat kita menghargai dan memaafkan meski itu susah. Lagian sepintar-pintarnya kita berbohong pasti ketahuan juga kayak petak umpet. Layaknya sebuah pepatah “sepandai-pandainya tupai melompat pasti terpleset juga” *bener gak sih?*

Biasanya tiap hari aku habiskan bersamanya tapi sekarang aku menghabiskan waktu bersama mereka yang peduli padaku. Waktu itu ketika pulang sekolah, aku bersama mereka berkumpul didepan sekolah. Ceritanya sih mau main ke rumah temen yang jauh disana. Gak jauh gimana, rumahnya dipojok surabaya. Tapi gak masalah demi menghilangkan rasa galau apapun kita lakukan. Tancap gas pol sob. Ketika kami menunggu satu sama lain didepan sekolah tiba-tiba lidia lewat didepan kami. Aku yang mulai tidak peduli terhadapnya berpura-pura acuh dan tidak memperhatikan. Apalagi kita aku tau dia dijemput oleh pacar barunya dihadapanku. Oh sakit men waktu itu. Jadi ini lah yang dimaksud tidak ingin pacaran dulu. Mungkin tidak ingin pacaran dulu sama aku yang kurang sempurna dan mencari yang lebih sempurna. Nyesek.

Teman-temanku yang mengetahui hal itu langsung memberikan canda tawanya, berharap aku tidak melihat apa yang barusan terjadi. Farid dan jisunk joget asereje pake baju ketat demi menghiburku, dan teman-teman yang lain menggiringi dengan musik akapela. *absurd* Inilah persahabatan, ketika salah seorang teman sedih maka yang lain harus mempermalukan diri untuk membuat tawa teman yang bersedih kembali lagi. oh indahnya.

Setelah semua anggota berkumpul, kami pun pergi keujung surabaya untuk bermain ke rumah teman. Perjalanan melewati truk-truk yang besar layaknya robot-robot dalam film transformer, merasakan panas seperti digunung sahara dan menikmati jauhnya perjalanan seperti mencari pesawat adam air yang sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya kami pun sampai dengan selamat ditujuan. Disana kami hanya berbicang-bincang sebentar. Kampret dasar, jauh-jauh Cuma buat gosip trus pulang lagi. tapi sebelum pulang kita merencanakan bahwa pada malam harinya, kami akan pergi kesebuah mall dan ngopi di cafe. Untuk anak SMA kayak kami dulu, ke mall trus nongkrong di cafe itu uda keren banget. Like a boss. Rencana sudah disusun, kami pun pulang kerumah masing-masing untuk mempersiapkan diri berdandan setampan dan secantik mungkin. Ya sapa tau nemu gebetan nanti sana. *sapa tau*.

Aku tak pintar berdandan seperti teman-temanku, mereka rapih memakai kemeja, celana jeans dan sepatu keren sedangkan aku ala kadarnya yang penting pakai baju. Aku inget ketika itu jaman laptop belum sebooming sekarang, masih jarang orang yang punya laptop. Kebetulan aku sudah punya. Jadi aku bawa itu laptop sebagai teman nongkrong bersama yang lainnya. Ya sapa tau ada fungsinya, contohnya laptop berfungsi ajang pamer. Kan masih jarang yang punya laptop. *dasar somplak sombong amet*.

Pertama kali yang dilakukan dicafe adalah duduk. *ya iyalah*. Saat itu kami beranggotakan sekitar 12 orang. *ya kurang lebih segitulah*. Kami duduk dan pelayan pun datang menghampiri kami dengan membawakan menu makanan dan minuman. Kalian taukan, jika menu-menu di cafe itu namanya pasti aneh-aneh. Ya inilah strategi pemasaran biar kita tertarik dan membelinya. Tapi kadang nama dan apa yang kita bayangkan itu tidak sesuai. Contohnya es tissue yang ternyata es kopyor. Ya seperti itulah.

Apa sih yang dilakukan anak muda pas dicafe? Jawabannya adalah bergosip dan foto-foto. Seperti apa yang kami lakukan saat itu. Foto gaya alay. Gak nyangka juga sih kalau dulu aku ini alay. Taukan foto-foto anak alay seperti apa? Bayangkan sendiri aja ya. Tapi emang alay itu adalah proses menuju kedewasaan. Setuju? Inilah salah satu cara meghilangkan kegalauan. Menjadi alay. Dimana-mana foto, tiap detik foto, ada temen lagi pose jelek difoto, pokoknya serba foto. Trus gosip. Mayoritas kita cowok tapi kalau sudah ngumpul pasti ada aja gosip yang dibahas. Contohnya cewek cakep disekolah yang ternyata cowok, kepala sekolah yang tadinya jantan ternyata lekong tulang lunak dan lain sebagainya. Pokoknya apapun yang bisa dijadikan gosip, kita bahas semua ketika ngumpul sampai menciptakan hal-hal absurd. Absurd itu kejeniusan yang tidak tertandingi luh bukan kebodohan yang tidak ada akhirnya. Tau absurd kan? Kalo gak tau coba cari di google haduh.

Acara dicafe pun selesai, dan kami merencanakan acara selanjutnya untuk hari esok yaitu makan diwarung guru kami dan nongkrong di Taman Apsari (TA). *salah satu taman yang selalu ramai oleh anak muda alay seperti kami*. Aku mulai merasa nyaman dengan keadaanku sekarang. Galau yang tadi menyelimuti kehidupanku perlahan mulai hilang dengan cara pergi dengan teman-temanku yang lebih memberikan tawa bahagia kepadaku *i love u you guys*. Bagaimana tidak, setiap kali aku didekat mereka ada aja kejadian konyol yang bisa kami tertawakan. Misalnya pertengkaran karena saling mengejek mantan, terus kalau makan gak mau ikut bayar *istilahnya gandol*, terus apalagi ya? Saking banyaknya jadi lupa untuk disebutkan. Hahaha. But so far so fun berkumpul dengan mereka.

Sebelum ke TA, kami pergi makan di warung tempe penyet milik salah satu guru di SMA. Nama warungnya penyetan pak minto. Makananya enak dan yang paling penting MURAH. Buat kami saat itu kuantitas mengalahkah kualitas. Faktor membeli makanan nomer satu adalah murah, nomer dua banyak dan yang terakhir enak. Terlintas dipikiran kami saat itu untuk makan tidak bayar. Bukan kabur, tapi berakting tidak membawa uang. Tapi setelah dipikir matang-matang, kami urungkan niat itu karena takut jadi headline news di sekolah esok paginya. Setiap pagi tradisi disekolah kami adalah berdoa bersama dan berdoanya dipimpin melalui speaker keras yang saling terhubung antara kelas satu dengan kelas yang lainnya.

Bayangkan aja jika kami jadi tidak bayar makan, mungkin pagi-pagi sebelum doa pak minto bakal membacakan berita layaknya seorang jerremi tetty. “selamat pagi para siswa. Sebelum memulai berdoa saya akan membacakan berita penting hari ini. Sekelompok siswa/i yang tidak tau malu kemarin kabur dan tidak bayar setelah makan diwarung saya. Mereka berinisial P,J,O,I,F,B,D,&R. Amatilah jika ada disekitar kalian yang mukanya pucat setelah mendengar berita ini maka merekalah pelakunya. Sekian breking news pagi ini”.Apakah gak malu kalau kalian ketauan gak makan dan diumumin seperti itu? Maka dari itulah kami gak jadi tidak bayar. Demi menjaga nama baik kami bersama juga.

Setelah makan barulah kita ke TA. Apa sih yang kita lakukan disana? Foto-foto lagi. ya dasara anak alay. Dikit-dikit foto. Apalagi gayanya sekarang pakai memegang rokok biar keliatan gaul gitu. Kammi foto dipinggir jalan bergantian layaknya seorang foto model. Sebenarnya gak pantes dipanggil foto model, lebih pantesnya dipanggil banci foto.

Ya beginilah pengalaman ketika aku dan teman-temanku masih muda. Berawal dari alay menjadi orang-orang yang lebih dewasa. Setiap melihat anak-anak jaman sekarang yang masih kecil-kecil bau kencur foto-foto trus ngerokok dipinggir jalan gitu, kami pasti ketawa dan meledek mereka. Padahal dulu kami juga pernah kayak gitu. *dasar gak sadar diri*. Jadi ketika kalian nanti melihat ada anak kecil yang seperti itu, jangan menertawakan mereka dan meledeknya. Sadarlah dulu jika kalian juga pasti pernah melakukan hal itu. Ketika kalian bilang “enggak kok, dulu aku gak gitu” maka jangan munafik sob. Hahahaha

Kenanglah masa muda kalian. Sapa tau suatu saat nanti kalian akan berbagi cerita kayak gini sama anak cucu kalian. dan dengan bangga kalian bilang bahwa “dulu papa/mama/kakek/nenek pernah alay”. Mengakulah mengakulah. *ini cerita menghilangkan kegalauanku saat SMA. Ini ceritaku, mana ceritamu*