Jumat, 17 Juli 2015

Rindu Kampung Halaman

Surabaya… ya inilah kota yang sekarang aku tinggali bersama keluargaku semenjak tahun 2000-an kami meninggalkan bandung si kota kembang. Surabaya termasuk kota yang bersih, damai, tentram, penuh taman, ibu walikota yang dibanggakan masyarakatnya, sampai anak-anak gaul yang gaul abiezz banyak terdapat di kota ini. Jika dihadapankan pada pertanyaan pilih Surabaya atau bandung? maka aku akan pilih Surabaya, bukan karena bandung gak enak untuk di tinggali tapi semua kenangan berada di kota pahlawan ini, rumah baru, teman baru, sahabat baru, pekerjaan baru, pacar baru (hahaha) dan semuanya yang baru pokoknya. Memang sih dibandingkan bandung Surabaya kurang dengan alam terbuka dan itu kadang yang aku rindukan dari bandung, udara segar, gunung yang menjulang tinggi, hantaran taman yang enak untuk dijadikan tempat piknik, makanan khasnya, sampai awe-awe kota bandung yang aduhai. Hahaha. 

Sekarang sudah memasuki tahun 2015, dan sudah 2-3 tahun terakhir aku tidak pulang ke bandung seperti bang toyib yang dicari istrinya karena gak pulang-pulang. Bukannya sok sibuk tapi emang beneran sok sibuk hahaha. Orang tuaku sering pulang ke Bandung tapi setiap mereka pulang aku selalu ditinggalkan. Sedihnya. Hari ini adalah hari raya idul fitri 1436 Hijriah (minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir batin bagi semua umat islam didunia ini semoga kita semua kembali fitrah. Amien). Sambil menulis cerita ini aku merindukan suasana berkumpul dengan keluarga besarku dikota Bandung. Ketupat, opor ayam, sambel goreng kentang, THR dari keluarga dan saudara (meski pendapatan semakin berkurang), berkumpul dengan sepupu-sepupuku yang rempong, ponakan-ponakanku yang riweh, sampai om-om tanteku yang gaul-gaul abis. Hanya saja yang tak ada semenjak 3 tahun terakhir ini adalah nenek dan kakekku, ya mereka sudah tenang berada disurga sana. Tapi meski mereka sudah tidak ada keluarga besar tetap berkumpul di kediaman keluarga besarku untuk bersilaturahmi. Yang dekat mendekat yang jauh merapat yang disurabaya hanya bisa meratap. Tak bisa pulang :( . 

Biasanya pada hari H idul fitri seperti ini kami berkumpul sambil melakukan orkes tunggal. Bisa dibilang keluarga besarku adalah keluarga yang kental dengan musik jadi semua peralatan untuk melakukan konser bertajuk kembali fitrah sudah tersedia. Biasanya acara ini di dominasi oleh ibu-ibu dan bapak-bapak golongan senior. 

Oiya ikeluarga besarku ada 4 golongan yaitu : 
a. Golongan Senior (Golongan Satu) Golongan yang beranggotakan ibu-ibu dan bapak-bapak yang memasuki usia 35 tahun keatas, sudah memiliki anak, cucu, tidak memiliki cicit, mempunyai hak penuh untuk memberi THR untuk golongan dibawahnya, dan yang terakhir mereka gaul abis.

b. Golongan ibu-ibu dan bapak-bapak muda (Golongan Dua) Golongan yang beranggotakan ibu-ibu dan bapak-bapak yang memasuki umur 25-34 tahun, sudah memiliki anak, rempong, suka bergosip tentang popok bayi, memiliki tulisan-tulisan alay jika mengetik pesan pada blackberry messeger (BBM), memiliki setengah hak untuk memberikan THR kepada golongan anak-anak balita dan batita dan tak lupa mereka gaul abis banget. 

c. Golongan Gengster Bala-Bala (Golongan Tiga) Inilah golongan dimana sekarang aku berada, golongan yang beranggotakan para pemuda pemudi berusia 15-24 tahun. Masih duduk dibangku SMP, SMA, Kuliah dan bekerja tapi belum menikah, kekinian, yang dibahas masalah percintaan dan pergi traveling, suka memasang status galau dimedia sosial, dan masih belum memiliki hak untuk memberikan THR (cukup seiklas dan semampunya). 

d. Golongan Balita dan Batita (Golongan Empat) Golongan anak kecil yang masih menyusui sampai pada tingkat sekolah dasar, masih sering suka menangis, tingkahnya seperti minion yang dengan buas akan menjadikan golongan gangster bala-bala sebagai sasaran kejahilan dan kepolosan mereka, mengigit, mencakar, menjambak dan mengompoli adalah keahlian mereka, memiliki hak penuh untuk menerima THR karena bisa dikatakan dengan diberi THR mereka akan duduk manis kemudian tidur dipangkuan orang tuanya masing-masing dengan wajah bahagia.

Kembali ke acara hari H yang di dominasi golongan satu, golongan dua bisa sesekali menyumbang lagu namun golongan Tiga hanya bisa berjoget sambil bertepuk tangan dan golongan empat hanya bisa teriak-teriak sambil berjoget tak karuan. Biasanya untuk menghapus kekecewaan karena tidak bisa bernyanyi, kelompok golongan tiga akan pergi ke Nav Karauke (karaoke keluarga) untuk menyalurkan hobi dan kekecewaan kami. Bermodalkan keberanian dan kenekatan, suara tak bagus tetap goyang dan teriak, bernyanyi bersama menjadi lebih menyenagkan karena penuh dengan canda tawa. Lagu yang dipilih adalah lagu yang sedang menggambarkan suasana isi hati. Galau dan riang gembira menjadi satu dengan kekuatan suara yang kadang merusak telingga.

Kemudian H+1 lebaran keluarga besarku akan pergi untuk makan-makan di tempat yang menarik contohnya seperti di ciwidey. Menikmati indahnya kebun strawberry yang bisa dipetik sendiri dan langsung dimakan tanpa bayar kalau gak ketahuan (kalau ketahuan ya harus bayar), udara sejuk dipagi hari, udara dingin yang dapat menusuk tulang dimalam hari, bandrek yang dapat menghangatkan tubuh, bergadang sambil bercerita keluh kesah, makan ikan bakar dengan daun pisang sebagai wadahnya dan lain sebagainya. Aku ingat ketika pergi ke ciwidey 4-5 tahun yang lalu dimana aku harus tidur di teras kamar hotel karena kehabisan kamar untuk bermalam, bayangkan saja kami hanya kebagian 2 kamar tidur dengan isi 2 kasur besar dan ekstra bed tetapi 2 kamar itu harus diisi oleh 30 orang dari keluarga kami mulai dari yang muda sampai yang tua. Ya sebagai pemuda yang memiliki kesehatan dan keberanian yang mempuni harus rela berkorban tidur dibaluti selimut dan ditemani satu buah bantal untuk tidur di teras kamar. Udara dingin, bintang bersinar yang ssangat indah, suara kendaraan bermotor yang lalu lalang, nyamuk yang hinggap menumpang pada selimutku karena sama-sama kedinginan, sampai kepada pandangan orang sekitar yang melihatku dengan tatapan dan pertanyaan “gelandangan dari mana ini kok bisa tidur disana?”. Ya bagaimana pun kulakukan ini semua demi berkumpul bersama keluarga. 

Terus yang kurindukan lagi ketika pulang ke kampung halaman adalah pergi bersama gangster bala-bala. Mengelilingi kota bandung yang penuh kemacetan, kuliner dengan nama-nama yang kadang tidak masuk akal, wahana rekreasi yang mempuni, sampai melakukan kegiatan yang tidak masuk akal seperti berteriak di sepanjang jalan sambil mencari tempat-tempat angker di daerah bandung. Berbekal koneksi internet dan mbah google, waktu itu kami Sembilan pemuda-pemudi yang tampan dan cantik jelita berkeliling kota bandung. Tak tau apa yang harus di cari maka kami menulis “tempat-tempat angker di kota Bandung”. Muncullah saran dari mbah google. Rumah kentang, SMA komplek Bandung, Boneka yang tergantung disalah satu pohon kota bandung, dan ambulan hantu . layaknya petualang seperti di film antara ada dan tiada, kami pura-pura sok jago untuk mendatangi tempat-tempat berhantu itu. 

Tempat yang pertama kali kami datangi adalah SMA komplek bandung, bukannya mendapati kemistisan yang diharapakan, malah bancilah yang datang menggoda. Di dekat perempatan SMA komplek bandung kami bertemu banci mangkal yang lagi nyanyi “aku tak mau jikalau aku dimadu”. Jakun yang menonjol, riasan muka menor yang menyala, dress seksi yang meningkatkan gairah siapapun yang memandang dan senjata andalannya bass betot dan sebuah kecrek. Kami hentikan mobil tepat di samping bencong yang menyanyi. Sambil menunggu lampu merah kami pun menggodanya. Membuka jendela sambil ketakutan melanda. Ya gak takut gimana, digrape grape mampus dah kita nanti. Salah satu sepepuku yang bernama lutfi berani menggodanya “ eh cakep nyayi dong buat kita2 “ Tanpa basa basi si banci bernyanyi dengan suka ria demi menghibur dan mendapatkan imbalan uang receh. Dengan perasaan takut di grepe-grepe ku beranikan mengeluarkan tanganku untuk memberikan uang receh, namun sebelum uang itu sampai ditangannya, mobilku sudah dipacu oleh lutfi dengan kencangnya. Banci yang merasa terhina dengan perlakuan kami itupun langsung berteriak “ Anji*g” dengan suara laki-lakinya. 

 Antara lucu dan kasihan kamipun melanjutkan perjalanan kami ke rumah kentang. Rumah yang konan akan tecium bau kentang meski tidak ada tanaman kentang di sekitar rumah tersebut. Jaman dahulu kala menurut cerita orang sekitar, rumah itu sedang melakukan acara syukuran besar-besar dan si tuan rumah sedang memasak sop kentang di panic yang sangat besar. Tanpa terduga salah satu anaknya yg masih balita masuk kuali kuah kentang tersebut dan akhirnya jadilah lagenda rumah kentang. Ya percaya gak percaya begitulah ceritanya. Memang sih aku mencium aroma kentang di dekat rumah tersebut tapi kalau dipikir-pikir ya gak ada seram-seramnya Cuma bau kentang aja. Tapi namanya juga menghilangkan rasa penasaran jadi ya dibawa enjoy aja. Sebenarnya kami jalan-jalan mengelilingi kota bandung dimalam hari dikarenakan salah satu saudaraku febby yang menyandang predikat kepala suku, karena paling tua (beda satu tahun sama aku), paling dermawan (hobi mentraktir kami yang masih muda) sedang galau. Katanya sih putus sama pacarnya yang uda hampir 4 tahun bersama membina bahtara perpacaran. Putus karena perbedaan prinsip hidup membuat febby sangat ingin menghibur dirinya kala itu. 

Hal yang ia lakukan adalah berteriak di sekitar jalan yang kami lalui. Antara malu dan takut kami turuti perintahnya. Malu karena dikira menculik seorang gadis dan malu karena dikira anak-anak sakau karena menghirup gas kentut atau takut di lempar orang pinggir jalan dan takut galaunya semakin menjadi-jadi. “aaaainnggggg galau aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” teriaknya. Arti dari aing galau adalah aku galau. Dengan berulang kali dia berteriak seperti itu sepanjang jalan kami tertawa bersama berusaha menghibur sampai semua merasa baikan. Beginilah saudara yang menjadi sahabat saling menghibur satu sama lain. Kadang saat saudaraku ke Surabaya maka aku akan menjadi supir mereka mengantarkan berkeliling menikmati indahnya kota Surabaya dan begitu sebaliknya jika kau ke Bandung. 

Masih banyak lagi sih yang aku rindukan di kota bandung tetapi tetap aku merasa jika terlalu meninggalkan kota Surabaya maka aku akan lebih rindu ingin pulang. Berulang kali orang tuaku berencana untuk pindah kembali ke Bandung tapi entah mengapa aku tidak ingin pindah kesana. Aku lebih suka menjadikan kota Bandung sebagai kota wisataku bersama keluarga. Bertemu keluaga besar, menikmati indahnya alam yang ada disana, berkumpul dan melakukan keseruan yang hanya bisa dilakukan disana dan lain sebagainya. 

Bagaimanapun aku tidak pernah kecewa untuk pindah ke kota Surabaya. Kota pahlawan yang penuh kenangan. Dan dimana aku sekarang ingin menghabiskan sisa hidupku untuk berkarir sampai membahagiakan orang tuaku. Amien.

Sabtu, 10 Januari 2015

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti
Maafkan telah merubah malam bahagiamu menjadi kelabu
Tetesan air mata dipipi
Menghilangkan semua manis canda senyumanmu

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti
Aku memang tak lebih baik dari dia
Rasa kecewamu saat ini
Hapuskan semua rasa dalam hatimu untukku

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti
Maaf akan egoku yang tak pantas
Tak selayaknya kuperlakukanmu seperti itu
Kamu layak mendapatkan sesuatu yang lebih baik

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti
Maafkan aku yang telah lupa
Lupa akan apa tujuanku selama ini
Untuk lebih membahagiakanmu

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti
Ku yakin kamu sedang berfikir
Kamu menyesal melepaskan masalalumu
Karena aku tak sesuai harapanmu

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti
Rasa percayamu padaku
Rasa Sayangmu padaku
Mungkin memudar saat ini dari hatimu

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti
Aku malu, malu membuatmu kecewa
Malu membuatmu sedih
Malu membuatmu marah padaku

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti
Kata maaf tak akan cukup
Tak akan cukup untuk memaafkan ke egoisanku
Tak akan cukup menghapus apa yang telah terjadi

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti
Kau bilang aku memang tak lebih baik
Tak lebih baik dari masalalumu
Tak lebih baik untuk masa depanmu

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti
Jika ku kembali pada waktu itu
Ku ingin egoku tak mengalahkan rasa sayangku
Ku ingin egoku tak mengalahkan akal sehatku

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti
Ku tak tau menghapus rasa sesal ini
Ku tak tau bagaimana membuatmu kembali
Kembali untuk belajar menyayangi aku

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti
Mungkin sebuah kesempatan tak layak kau berikan
Namun jika kesempatan itu ada
Ku ingin buktikan

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti
Aku memang tak bisa berjanji
Tapi jika kau rendah hati
ku akan lebih berhati-hati

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti
Aku tersiksa
Tersiksa dengan perbuatanku
Tersiksa dengan penyesalanku

Untuk Hati Kecil yang Aku sakiti
Maafkan Aku :(


Kamis, 01 Januari 2015

Page 1 of 365


Sebelumnya mari kita mengheningkan cipta sejenak dengan tragedi “ Air Asia QZ8501” semoga semua korban diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah menghadapi cobaan ini semua.



Hari ini adalah hari pertama di tahun 2015. Setiap pergantian tahun seperti ini, setiap orang pasti akan membuat resolusi yang belum tercapai di 2014 dan berusaha mencapainya di 2015. Terus resolusimu apa bu?
“aku?”

Yang aku harapkan sih semoga bisa cepet lulus kuliah dan bisa dapet pekerjaan tetap yang bikin aku enjoy untuk ngelakuinnya. Contohnya bekerja dibidang musik mungkin hahaha (maklum musisi gagal tapi masih pengen jadi musisi). Itu resolusi dalam bidang karier, kalo kalo resolusi percintaan sih pengen selalu bisa mencintai orang yang sayang aku dengan lebih baik entah itu keluarga, pacara atau sahabat. Pokoknya bakal berusaha yang terbaik untuk mereka deh.

Ok kita lanjut ke kegiatan yang aku lakuin dipenghujung tahun 2014 yaitu bakar-bakar…….. bakar kenangan mantan hahahaha. Kagak kagak, yang bener itu bakar-bakar apa yang bisa dibakar umumnya saat akan pergantian tahun hahaha. (hayo apa, pikir aja sendiri ya :D).
Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku selalu tidak punya rencana kegiatan yang matang saat penghujung tahun seperti ini, kalo ada temen ngajak main dan acaranya seru ya ikut kalo gak ada ya tidur dirumah. (dasar pelor).

Hari itu kegiatanku adalah bakar-bakar di kediaman ahmad dhani. Bukan ahmad dhani bapaknya al el dul luh ya, tapi yang aku maksud rumah ahmad dhani adalah rumah teman baikku yang bernama desar fitrianto. Dengan halaman yang luas bahkan bisa dipakai untuk pertandingan antara real Madrid vs persebaya, aku dan teman-temanku bisa dengan puas untuk melakukan acara bakar-bakar ini. Apalagi dia telah menyiapkan semua bahan yang akan dibakar, jadi aku hanya tinggal datang dan makan. Kurang enak apa hidupku ini hahaha.

Aku datang ke rumah desar dengan sahabatku jisunk dan disana sudah ada farid dan Geraldo yang menanti. Kalau farid dan jisunk mungkin kalian tau jika membaca ceritaku sebelum-sebelumnya. Dimana kelaknatan mereka telah aku ceritakan hahahaha. Kalau Geraldo, dia teman kumpulan baru. Temannya ikwid sih lebih tepatnya.

Ikwid?

Gini deh, biar lebih jelas. Jadi teman-teman tongkronganku saat ini adalah :

Farid dan jisunk : tim hura-hura
Desar : sang investor
Ikwid dan Geraldo : si easy going
Prabu : si tukang obrak abrik

Ya untuk saat ini sih aku dekat dengan mereka, bukan saat ini saja sih tapi emang dari dulu, dari jaman SMA. Gimana gak deket, kita semua berada di satu naungan pendidikan yang sama yaitu yayasan gitta kirti (bener gak sih tulisannya?).

Ok kembali ke alur cerita, se sampainya disana semua bahan sudah tersaji dengan sangat rapih dan siap bakar. Tapi percuma jika semua bahan siap sedangkan apinya tidak menyala. Sama aja kayak nonton tv tapi gak ada gambarnya, Cuma bisa berangan-angan dan memikirkan kejadian yang terjadi. 
Begitu juga denganku hari itu. Apalah arti bakar-bakar tanpa api.

Pada awalnya, kami semua ingin menggunakan bensin untuk memicu arang agar terbakar dengan sempurna, tapi setelah dipikir-pikir, bau bensin tidak baik untuk makanan yang akan kita bakar nantinya. Oleh karena itu kami beralih kebahan bakar yang bernama “spirtus”. Ok jadi si spritus ini dicarinya susah banget saat itu, toko serba ada, waralaba, supermarket besar bahkan toko klontong kecil tidak ada yang menjualnya.

Akhirnya kami memikirkan cara lain yaitu dengan membakar Koran dan kardus sebagai pemicunya. Tapi apa daya cara ini juga gagal total. Setelah hampir putus asa akhirnya kami memilih bensin sebagai pemicu utama agar arang terbakar. Kampret bangetkan, kenapa gak dari awal aja pake bensin dan semua masalahnya kelar. Tapi ya inilah keseruan bodoh kami ditahun baru hahaha.

Oiya, saat itu peserta bakar-bakarnya bukan hanya kami tapi adalagi yaitu keluarganya desar mulai dari kaka, tante, paman, keponakan, sampai teman-teman dari keponakannya desar yang jika dilihat sih rata-rata meraka berumur kisaran 14-16 tahun. Tau kan apa arti dari umur segitu?
Saat seumur segitu biasanya kita lagi alay-alaynya hahaha. Jadi serasa kita makhluk paling gaul sejagat raya ini. Bayangkan aja, saat itu teman-teman dari keponakannya desar ini berjumlah kurang lebih 15 orang dari hanya ada 2 orang perempuan didalamnya. Perlu kalian ketahui keponakannya si desar ini ada 2 yaitu satu cowok dan satu cewek.

Jadi begini, saat mereka awal datang kami sempat heran dan tertawa karena ada 3 orang anak yang masuk kehalaman rumah desar dengan mengendarai satu sepeda motor tapi mereka langsung keluar lagi.

“siapa itu tadi yang naik motor?” Tanya farid

“salah jalan mungkin dikira rumahnya desar ini gang diperkampungan” jawab jisunk

Setelah tertawa dengan keheranan yang kami alami tiba-tiba segerombolan anak bermotor masuk kehalaman rumah desar. Kami sempat shock, ada apakah ini? Tawuran?

Dengan sepeda motor yang dimodif, satu motor ditumpangi 3 orang, memakai pakaian hitam dan belakangnya bergambar metal, kami benar-benar ini akan terjadi tawuran. Hahahaha

Tapi setelah paham siapa mereka, kami malah tertawa terbahak-bahak. Kami tertawa karena melihat cara berpakaian dan tingkah laku mereka. Jadi mereka ini bergerombol sendiri, dan hal yang mereka lakukan adalah memasang musik pada pengeras suara kemudian mereka melakukan adegan-adegan perkelahian. Jadi mereka ini saling mempelihatkan skill mereka masing-masing. Kalau yang aku lihat sih, mereka melakukan tendangan memutar secara bergantian, mungkin dipikiran mereka siapa yang bisa melakukan hal itu berulang-ulang adalah anak yang paling keren. Tapi bagi kami yang melihatnya serasa aneh dan malah jadi bahan tertawaan.

Tapi jika diingat-ingat lagi, mungkin kami juga pernah melakukan hal serupa saat seumuran itu hahaha.  Jadi kami sedikit wajarlah.
Oiya yang paling nyesek adalah ketika melihat 2 teman ponakannya desar bermesraan didepan kami. Jadi mereka duduk di taman, yang cowok bersandar ke pundak yang cewek dan ceweknya memeluk si cowok ini. Kenapa kebalik ya? Seharunya cewek yang bersandar di bahu cowok. Apakah ini perkembangan jaman, jadi cowok bersandar ke cewek itu adalah hal gaul saat itu, entahlah.

Melihat kejadian ini kami malah menjadikan tontonan ini bahan tertawaan.

“ bu liaten ta, ada romeo and Juliet” kata jisunk

“mana sunk?”

“ituluh yang duduk ditaman berdua, mesra sekali mereka bung”

“ serasa dunia ini milik berdua” sahut farid

“apa mereka gak sadar ya kalau mereka sedang kita perhatikan” tanyaku

“mana mungkin mereka hiraukan, ketika sedang pacara begitu, dunia ini seperti milik berdua dan kita ini hanya dikira makhluk halus oleh mereka” jawab farid

Kakaknya desar yang melihat kejadian itupun langsung berkata “ sar, kamu kapan pacaran kayak anak dua itu,  mbak liat kamu kok gak pernah bawa cewek kerumah”

Kami semua tertawa terbahak-bahak mendengar kakaknya desar berkata seperti itu
“ truk aja gandengan sar, masa kamu gak punya gandengan mulu” celoteh kakanya desar

Sontak tertawa kami semakin menjadi-jadi.

Desar yang merasa malu mulai sedikit berkelit dengan berkata “ sabar mbak, 2015 aku punya pacar”
Semoga kamu beneran punya pacara ya kawan ditahun ini hahaha.

Acara kami berlangsung sampai kira-kira jam 2 pagi, setelah kenyang dengan semua makanan yang kami bakar, kami pulang sendiri-sendiri kerumah masing-masing. Tapi gak juga sih, Geraldo, farid, dan jisunk tidur dirumah desar sedangkan aku pulang sekitar pukul 4 pagi.

Intinya terima kasih kepada desar yang telah bersedia rumahnya kami acak-acak. Perlu diketahui, sebelumnya dari kubu kami telah melakukan kecerobohan dengan membakar satu liter bensin dalam botol yang membuat semua orang panik. Kemudian dari kubu teman-teman ponakannya desar juga membuat ledakan dari botol berisi bensin. Hahaha

Untung gak kebakar itu rumah. Pokoknya terima kasih dah buat desar.

Oiya, aku mau sedikit cerita tentang hubunganku dengan cici. Untuk cerita lebih detil aku bisa pacaran sama dia, kapan-kapan aja ya ceritanya. Pokoknya yang perlu diketahui aku dan dia pacaran dan saling membahagiakan.
Jadi gini, dia membuat sebuah foto-foto kami ketika tahun 2014 menjadi satu frame dan menuliskan sebuah resolusi yang ingin kita capai ditahun depan. Jadi gini nih fotonya. 



“Cerita kita ditahun 2014”
-          Terima kasih untuk waktunya, skalipun sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing tapi selalu bisa bertemu dan kasih kabar
-          Terima kasih untuk segala pengertian dan perhatiaannya juga
-          Semoga tahun 2015 cerita kita lebih menyenangkan dan kita tetap bisa membahagiakan satu sama lain… Amiiiin

Ya kurang lebih begitulah doa kami untuk kedepannya. Ini pertama kalinya juga sih aku berani upload foto di blog ini, ya pokoknya aku bakal lebih sering nulislah diblog ini sebagai hiburan dan juga pengingat ketika nanti aku mulai lupa dengan apa  yang telah aku lakukan ketika masih muda. Hahahaha 

Semoga semua orang yang beresolusi tercapai semua keinginanan dan targetnya. Amiiin 

oiya kapan-kapan bakal aku upload juga foto kami yang full team. jadi kalian bisa tau semua orang yang terlibat dalam blogku ini.  


Sekian dulu cerita hari, capek ini punggung sudah. See you :*